Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
AI Bikin Media Kehilangan Audiens, Algoritma Lebih Suka Konten Ringan daripada Jurnalisme Bermutu
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 1 Desember 2025 09:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Bandung - Teknologi kecerdasan artifisial (AI), terutama yang tertanam dalam algoritma media sosial, dinilai menjadi faktor utama turunnya audiens media tradisional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyebut algoritma kini lebih mengutamakan konten ringan yang mudah menarik perhatian dibandingkan karya jurnalistik berkualitas yang diproduksi melalui proses panjang di ruang redaksi.
Menurut Nezar, kerja keras jurnalis tidak cukup untuk menembus preferensi algoritma platform digital yang tidak dapat dikendalikan oleh media. "Teman-teman sudah berupaya luar biasa membuat karya jurnalistik, tetapi algoritma justru membuatnya tidak menarik. Jurnalisme gagal ketika masuk ke platform media sosial yang algoritmanya tidak bisa kita atur," ujarnya saat berbicara pada acara Media Connect bertema "Dari Cepat Jadi Cermat: Menyikapi AI di Ruang Redaksi" di Cornerstone, Bandung, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025).
Jurnalis Dituntut Adaptif Mengolah Konten
Nezar menilai kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi jurnalis, terutama dalam mengemas informasi penting ke dalam format yang lebih menarik agar mampu bersaing dalam pusaran algoritma media sosial.
Tidak hanya itu, media yang bermigrasi ke platform digital juga harus menghadapi persaingan baru berupa penggunaan AI pada mesin pencari internet. Teknologi ini berpotensi menurunkan jumlah pembaca karena mesin pencari kini mampu menampilkan ringkasan informasi tanpa perlu mengarahkan pengguna ke situs berita.
"Tadinya hanya search engine biasa. Sekarang ketika kita mencari kata kunci tertentu, sudah muncul ringkasan lengkap berikut insight," jelasnya.
AI Juga Bawa Manfaat untuk Ruang Redaksi
Meski menghadirkan tantangan, Nezar menegaskan AI tidak sepenuhnya merugikan industri media. Jika dimanfaatkan dengan tepat, AI justru dapat mempercepat proses kerja redaksi.
"AI sangat menguntungkan newsroom kalau digunakan dengan benar. Banyak pekerjaan berulang yang bisa dipercepat, dibuat efisien, dan dioptimalkan oleh AI," tuturnya.
Ia mengatakan efisiensi tersebut dapat meningkatkan produktivitas media karena waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi berita menjadi lebih singkat.
Perlu Regulasi Internal untuk Menjaga Mutu Jurnalistik
Nezar mengingatkan bahwa pemanfaatan AI di ruang redaksi harus diiringi dengan kebijakan internal yang jelas pada masing-masing media. Aturan tersebut diperlukan agar penggunaan AI tetap menghasilkan karya jurnalistik yang memenuhi standar etika dan kualitas.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
