Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Akibat Kebijakan Pusat, Bupati Natuna Didemo Warga Tolak Observasi WNI dari Wuhan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 3 Februari 2020 14:04 WIB
BATAMTODAY.COM, Natuna - Ribuan warga menuntut Bupati Natuna Hamid Rizal untuk memprotes kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan Natuna menjadi kawasan observasi bagi WNI dari Wuhan, China, dengan jumlah 238 orang.
Bahkan saat Hamid Rizal bersama unsur FKPD Natuna memberikan keterangan di halaman kantor DPRD Natuna, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Senin (3/3/2020), dilempari warga menggunakan botol air mineral.
Hamid Rizal bersama Wakil Bupati Ngesti Yuni, diketahui baru saja sampai di Natuna menggunakan pesawat, terpaksa harus memberi keterangan resmi kepada ribuan warga terkait kebijakan pemerintah pusat menetapkan secara tiba-tiba Kabupaten Natuna menjadi pusat observasi dari Wabah Virus Conora di Wuhan China.
Sebagai Ketua Orasi Demo, Haryadi, menyampaikan 6 point tuntunan yang akan disampaikan bupati kepada Presiden Jokowi di Jakarta.
Adapun 6 point tuntunan tersebut:
1. Pemerintah daerah menjadi penyambung lidah masyarakat kepada presiden.
2. WNI dari Wuhan China dipindah kan kekapal KRI
3. Pemerintah daerah dan pusat memberikan kompensasi jaminan kesehatan seperti posko kesehatan darurat dan tenaga psikiater dari laut Natuna.
4. Mentri kesehatan harus berkantor di Natuna.
5. Segala kebijakan pemerintah pusat harus terlebih dahulu di sosialisasikan di daerah Natuna.
6. Apabila Pihak Pemerintah tidak bisa menjadi penyambung lidah masyarakat Natuna kepada pemerintah pusat, maka warga akan melakukan mosi tidak percaya kepada pihak pemerintah.
Selanjutnya, para pendemo juga meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Natuna untuk segera berangkat ke jakarta untuk bertemu Presiden RI Jokowi.
"Kami mau hari ini juga pak bupati berangkat bersama wakil dan perwakilan dari kami," Ucap pendemo kepada bupati.
Dalam hal ini, Hamid Rizal, dengan cepat menyetujui permintaan dari pendemo, dan akan membuat surat pernyataan dari pemerintah daerah Kabupaten Natuna kepada Presiden Jokowi.
"Saya juga tidak tahu, kalau pusat menjadikan Natuna sebagai kawasan observasi bagi WNI di China, awalnya, saya sudah tolak ke Menteri, para FKPD Natuna juga tidak dikasih tahu," ucap Hamid kepada Warga Natuna,
Dalam hal ini, para pendemo semakin emosi, sehingga keadaan semakin parah, dan akhirnya melempari botol air mineral kepada bupati Natuna.
Bupati dan wakil bupati Natuna serta sekda Natuna, Wan Siswandi bersama Unsur pimpinan FKPD Natuna akhirnya mengamankan Bupati Natuna.
Dari pantauan, Dandim 0318/Natuna, Letkol Czi Ferry Kriswardana, bersama Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi karyanto, juga ikut terjun langsung ke dalam kalangan para pendemo agar tidak terjadi aksi yang lebih parah.
Selain itu, juga tampak wakil pimpinan DPRD Natuna, Jarmin Sidik dievakuasi ke RSUD Natuna, yang diduga mengalami kelelahan fisik dan hampir pingsan saat mencoba menenangkan para pendemo di lapangan.
Selanjutnya, Bupati dan Wakil Bupati Natuna langsung meluncur ke bandara RSA Natuna didampingi perwakilan Ketua MPC PP Natuna, Ketua KNPI, Ketua Aliansi Nelayan, Ketua STAI untuk menyampaikan 6 tuntutan kepada presiden.
Editor: Chandra
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
