Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

APPH Demo Kejari Natuna Tuntut Usut Tuntas Kasus Korupsi dan Istri Muda Bupati

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 23 Juli 2019 11:52 WIB
Massa APPH menuntut Kejari Natuna menuntuskan kasus korupsi perjalanan dinas fiktif istri muda muda Bupati Natuna. (Foto: Kalit)
Massa APPH menuntut Kejari Natuna menuntuskan kasus korupsi perjalanan dinas fiktif istri muda muda Bupati Natuna. (Foto: Kalit)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Alisiansi Pemuda Peduli Hukum (APPH) Kabupaten Natuna menyerbu kantor Kejaksaan Negeri Natuna, Selasa (23/7/2019).

Pendemo menuntut kasus perjalanan dinas fiktif, Maryamah sebagai istri muda Bupati Natuna segera diusut tuntas.

Dipimpin Rudini dan M Karpi sebagai kordinator pendemo, puluhan massa bergerak dari simpang Jalan Pramuka, Ranai berjalan kaki sambil membawa spanduk bertuliskan "Kami dari Alisiansi Pemuda Peduli Hukum Kabupaten Natuna mendukung penuh Kejari Natuna untuk usut tuntas kasus perjalanan dinas fiktif".

Selanjutnya massa melakukan orasi di halaman Kantor Kejari Natuna dengan teriakan teriakan mendukung agar kasus Maryamah istri muda Bupati Natuna dapat segera ditangani dengan cepat.

"Terima kasih Pak Kajari yang telah menegakan hukum dengan tidak pandang buluh, walaupun Maryamah istri muda Bupati Natuna tetapi kasus tetap berjalan," teriak Rudini saat orasi di Kantor Kejari Natuna, sekira pukul 09.30 WIB.

Dalam aksi ini, massa dikawal pihak Polres Natuna dan Satpol PP Natuna untuk meminta Kajari Natuna dapat berdialog langsung tentang progres kelanjutan kasus Maryamah dengan harapan kasus dapat dituntaskan.

"Kami meminta kepada Pak Kajari untuk dapat berjumpa dengan kami di sini untuk mengetahui kelanjutan kasus istri muda Bupati Natuna," ucap M Karpi didampingi Sabar Tokoh Masyarakat Natuna melalui pengeras suara.

Melalui keterangan tertulis dari APPH juga menilai, kasus Maryamah telah mengandung unsur KKN (Korupsi,Kolusi dan Nepotisme). "Meminta Kajari Natuna untuk mengusut tuntas dugaaan nepotisme yang diduga dilakukan Bupati Natuna, Sekda Natuna dan Kabag Umum dalam persoalan yang saat ini ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Natuna dalam persoalan dugaan manipulasi perjalanan dinas fiktif yang dilakukan oleh Kepala Sub Bagian di Badan Pengelolaan Keuangan dan aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Natuna yang diduga dilakukan Maryamah (istri muda Bupati Natuna)," tulis APPH dalam selebaran yang ditandatangani Rudini dan M Karpi.

Massa APPH ditemui Kasi Barang Bukti, Seno dan Kasi Intelijen Kejari Natuna, David Jhonie. Merka meminta perwakilan dua orang dari pengunjuk rasa untuk berdialog mengenai kasus Maryamah di Kantor Kejari Natuna.

"Terima kasih atas aspriasiasi dari Alisiansi Pemuda Peduli Hukum Natuna mendukung Kejaksaan Negeri Natuna. Maaf sebelumnya, Bapak Kajari berhalangan karena sedang tugas di luar kota. Untuk itu kami meminta dua orang perwakilan untuk berdialoh tentang kasus Maryamah yang telah ditangani Kejaksaan Natuna hingga penyidikan umum," terang Seno.

Pernyataan Seno pun ditolak, para pengunjuk rasa meminta Kajari yang dapat menyampaikan langsung tentang progres kasus Maryamah yang kini ditangani pihak Kejari Natuna.

Massa meminta kepada perwakilan Kejari Natuna nantinya dapat bertemu langsung dengan Kajari Natuna. Selanjutnya massa dengan teratur membubarkan diri dari Kantor Kejari Natuna.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan