Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Belum Ada Pernyataan Resmi Pemerintah Soal Penyusutan Tapal Batas di Natuna

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 9 September 2019 10:52 WIB
Danlanal Ranai, Kolonel Harry Setyawan. (Foto: Kalit)
Danlanal Ranai, Kolonel Harry Setyawan. (Foto: Kalit)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Danlanal Ranai Kolonel Harry Setyawan menegaskan pernyataan resmi dari pemerintah terkait penyusutan tapal batas Indonesia di Natuna, sampai saat ini belum ada.

Hal ini disampaikan menyikapi adanya pemberitaan salah satu media, yang menyebutkan 'tapal batas Indonesia menyusut di Natuna'. Di mana, salah satu media itu, sambung Danlanal Ranai, memberi judul tulisan 'Fenomena di Kolom Air ZEE Laut Natuna Kawasan Utara'.

Sumber penulis dalam media itu menyatakan dokumen tersebut bersirkulasi di eselon satu Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman. "Untuk batas ZEE saat ini masih dalam tahap perundingan antara kedua negara," ucap Kolonel Harry kepada BATAMTODAY.COM, Senin (9/9/2019).

Harry juga menyatakan tulisan itu tidak memiliki indentitas dan bukan pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia serta nama narasumber dengan tujuan menciptakan kawasan ZEE Laut Natuna Utara sudah siap dikaji dengan perolehan Indonesia mendapat 45% per tahun.

"Saat ini batas landas kontinen yang sudah clear berdasarkan penandatanganan perjanjian antara Vietnam dan Indonesia pada tanggal 26 Juni 2003 di Hanoi dan dengan Malaysia telah disepakati pada tanggal 27 Oktober 1969 serta diratifikasi dengan Keppres Nomor 89 tahun 1969," jelas Harry.

Kolonel Harry, yang kini berada di Jakarta karena terpilih menjadi Komandan Upacara HUT TNI AL ke-74 pada tanggal 10 September 2019, melanjutkan, Pushidrosal telah memproduksi peta laut dengan menamakan peta di Natuna Utara sebagai laut Natuna Utara.

"Sehingga kapal yang melintas di perairan Natuna sudah mengenal dengan sebutan itu, karena bila berlayar di wilayah laut jurisdiksi nasional Indonesia harus menggunakan peta produksi Indonesia," paparnya.

Harry menekankan, tulisan yang didasari adanya beredar dokumen di Kementrian Maritim juga tidak mempunyai sumber yang objektif. Dia menilai, apa yang ada pada gambar berita juga sudah tidak dipakai lagi.

"Masyarakat jangan sampai terprovokasi dengan pemberitaan yang belum jelas legalitasnya," tegasnya.

"TNI AL sebagai garda terdepan menjaga laut Indonesia, siap menjaga kedaulatan NKRI hingga ke batas ZEE dengan menghadirkan KRI," tandas Danlanal Ranai Kolonel Harry Setyawan.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan