Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

BI Luncurkan GPIPS untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 12 Februari 2026 09:28 WIB
Bank Indonesia memperkenalkan GPIPS sebagai strategi baru menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (Foto: Humas BI)
Bank Indonesia memperkenalkan GPIPS sebagai strategi baru menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. (Foto: Humas BI)

BATAMTODAY.COM, Palembang - Bank Indonesia memperkenalkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai strategi baru menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini diluncurkan di tengah meningkatnya risiko inflasi pangan akibat cuaca ekstrem, perubahan iklim, dan pola produksi yang musiman.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan pengendalian inflasi kini tidak cukup mengandalkan stabilisasi harga jangka pendek. "Pendekatan harus terintegrasi dan berkelanjutan, dengan memperkuat sisi pasokan secara struktural," ujarnya dalam GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Banyuasin, Sumatera Selatan, 11 Februari 2026.

Sepanjang 2025, inflasi nasional tercatat 2,92 persen (year-on-year), masih dalam target 2,5 +/-1 persen. Namun pada Januari 2026, inflasi naik menjadi 3,55 persen (yoy), terutama dipicu kelompok pangan bergejolak. BI menilai pengendalian inflasi pangan perlu diperkuat agar tetap berada di kisaran 3-5 persen, sesuai arahan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat pada akhir Januari lalu.

Ricky memaparkan tiga langkah utama. Pertama, meningkatkan produksi pangan --khususnya hortikultura-melalui penggunaan benih tahan cuaca, teknologi adaptif, dan pengaturan pola tanam lintas wilayah. Kedua, memperlancar distribusi dan konektivitas antarwilayah dengan efisiensi logistik serta optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) yang bersinergi dengan BUMN logistik. Ketiga, memperkuat koordinasi pusat dan daerah melalui pemanfaatan data neraca pangan serta penguatan peran BUMD pangan sebagai offtaker.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan inovasi digital seperti SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) memperkuat ekosistem pangan daerah. Sumatera Selatan, salah satu sentra produksi beras nasional, memperoleh penghargaan Satyalancana Wira Karya atas dukungannya terhadap target swasembada pangan 2025.

GPIPS merupakan pengembangan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP) dengan tiga pembaruan: penguatan sisi hulu untuk menjamin pasokan di tengah cuaca ekstrem, stabilisasi harga yang lebih komprehensif, serta penguatan sinergi pusat-daerah.

Peluncuran GPIPS di Sumatera dirangkaikan dengan rapat koordinasi TPIP-TPID yang menyepakati tiga agenda: stabilisasi harga menjelang hari besar keagamaan nasional, penguatan produksi berbasis adaptasi iklim, dan percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana.

GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian program nasional yang akan digelar di wilayah lain, termasuk Jawa, Balinusra, Sulampua, dan Kalimantan. BI menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah guna menjaga stabilitas harga serta menekan disparitas pangan antarwilayah.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan