Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Data Kemenkominfo, Pornografi Dominasi Aduan Konten Negatif

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 9 Maret 2020 08:52 WIB
Ilustrasi menonton video porno.
Ilustrasi menonton video porno.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menyatakan aduan konten negatif yang ditemukan didominasi oleh pornografi yakni dari sebanyak 1.219.904 temuan konten negatif, 1.028.702 temuan merupakan konten pornografi.

"Potret masalah yang sering dihadapi belakangan ini, bukan saja hoaks dunia maya, akan tetapi juga dihujam dengan konten-konten negatif," kata Kepala Bagian Hukum dan Kerjasama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Mediodecci Lustarini di Lhokseumawe, Minggu (8/3/2020).

Di sela-sela Forum Diskusi bertema "Bijak bermedsos, jaga keutuhan bangsa" ia menjelaskan dalam bulan Januari 2020, Kementerian Kominfo telah menerima 21.305 temuan konten negatif yang beredar di dunia maya, yang didominasi oleh konten perjudian sebesar 14.726 temuan dan konten pornografi 5.948 temuan.

"Konten negatif seperti ini terus membanjiri jagad maya dan menimbulkan keresahan di dunia nyata," katanya.

Menurut dia, hal tersebut telah menjadi kekhawatiran pemerintah dan perhatian bersama, mengingat besarnya jumlah pengakses informasi melalui internet.

"Sangat disayangkan, besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia tidak dibarengi dengan kemampuan masyarakat untuk menyaring informasi, terutama informasi yang diragukan kebenarannya," katanya.

Ia mengatakan masyarakat seringkali menerima suatu informasi, tanpa verifikasi, bahkan kemudian turut menyebarkan dan membagikan informasi tersebut kepada pengguna lainnya.

Menurut dia, ponsel, medsos, dan internet merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai masyarakat informasi, merasa beruntung karena keberadaan ponsel atau smartphone telah memberikan kemudahan untuk mencari dan memperoleh informasi.

"Namun kita akui pula, ada bahaya yang mengintai seiring maraknya penyebaran informasi hoaks melalui aplikasi media sosial yang kita miliki. Masyarakat Aceh pun tak luput dari sasaran penyebaran berita hoaks tersebut," katanya.

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan