Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025, Bukti Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Global

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 8 November 2025 13:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan ketahanan yang solid di tengah tekanan global. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tumbuh 5,04 persen (year on year) pada Triwulan III 2025, menandakan ekonomi Tanah Air tetap berada di jalur untuk mencapai target pertumbuhan tahunan 5,2 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan capaian tersebut mencerminkan kuatnya fundamental ekonomi nasional, yang ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang stabil, peningkatan investasi, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif.

"Pertumbuhan PDB sebesar 5,04 persen pada Triwulan III 2025 menunjukkan kekuatan ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen menjaga momentum ini melalui dukungan bagi sektor produktif, hilirisasi industri, percepatan belanja negara, dan penguatan perlindungan sosial," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Optimisme terhadap ekonomi Indonesia turut diperkuat oleh laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu "bright spot" di tengah perlambatan ekonomi global. Kinerja ekonomi nasional juga lebih unggul dibanding sejumlah negara ASEAN dan G20, seperti Arab Saudi (5,0 persen yoy), Tiongkok (4,8 persen yoy), Singapura (2,9 persen yoy), dan Korea Selatan (1,7 persen yoy).

Dari sisi lapangan usaha, sektor jasa pendidikan mencatat pertumbuhan tertinggi seiring dimulainya tahun ajaran baru dan meningkatnya pengeluaran di bidang pendidikan. Sektor jasa perusahaan juga tumbuh pesat berkat meningkatnya aktivitas penyewaan dan tenaga kerja. Sementara itu, industri pengolahan (19,15 persen), perdagangan (14,25 persen), dan pertanian (13,19 persen) masih menjadi kontributor utama terhadap total PDB nasional.

Secara wilayah, Pulau Jawa tetap menjadi motor utama perekonomian dengan pertumbuhan 5,17 persen dan kontribusi 56,68 persen terhadap PDB nasional. Disusul Sulawesi (5,84 persen), Sumatera (4,90 persen), Kalimantan (4,70 persen), serta Maluku dan Papua (2,64 persen) yang terdorong oleh pengolahan sumber daya alam.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 4,89 persen (yoy), didukung stimulus pemerintah dan peningkatan mobilitas masyarakat. Investasi juga meningkat signifikan, terlihat dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) hingga Triwulan III 2025 yang mencapai Rp1.434,3 triliun, tumbuh 13,7 persen (yoy).

Indeks PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2025 tercatat di level 51,2, menandakan aktivitas industri masih berada pada fase ekspansi dan berpotensi mempercepat pertumbuhan di triwulan berikutnya.

Sementara itu, inflasi Oktober 2025 tercatat 2,86 persen (yoy), masih dalam sasaran 2,5+/-1 persen, menunjukkan stabilitas harga yang terjaga. Cadangan devisa mencapai USD 148,7 miliar, dan rasio utang luar negeri tetap berada pada tingkat aman.

Untuk menopang pertumbuhan di akhir tahun, pemerintah melanjutkan kebijakan kontrasiklikal melalui percepatan realisasi belanja negara, penguatan program perlindungan sosial bagi lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat, serta pemberian stimulus konsumsi dan transportasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dalam sektor investasi dan industri, pemerintah mempercepat program hilirisasi nasional melalui penyelesaian proyek strategis, termasuk Pabrik Petrokimia Terintegrasi PT Lotte Chemical Indonesia di Cilegon senilai USD4 miliar yang akan diresmikan pada 6 November 2025.

"Dengan capaian ini, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 akan tetap positif dan inklusif. Pemerintah akan terus menjaga momentum ini dengan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat," pungkas Airlangga.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan