Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Gim Buatan Anak Bangsa Kian Mendunia, IGDX 2025 Tampilkan Kreativitas Generasi Muda Indonesia

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 15 Oktober 2025 10:48 WIB
Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 di The Stones Hotel, Bali. (Komdigi)
Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025 di The Stones Hotel, Bali. (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Bali - Gim karya pengembang Indonesia terus menembus pasar dunia dan bersaing dengan judul-judul internasional. Dari DreadOut hingga Coral Island, karya anak bangsa kini digemari jutaan pemain global. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025, yang digelar di The Stones Hotel, Bali.

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah bersama asosiasi industri tersebut menghadirkan ratusan pengembang lokal, penerbit, investor, dan media global dalam satu wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem gim nasional.

"Gim kini bukan sekadar hiburan, tetapi jembatan yang menghubungkan karya generasi muda Indonesia dengan pasar global," ujar Meutya, dalam sambutannya pada pembukaan IGDX 2025, Sabtu (11/10/2025).

Meutya mengajak generasi muda untuk terus berpikir kreatif, berinovasi, dan bekerja keras agar mampu bersaing di industri gim dunia yang kian kompetitif. Menurutnya, semangat dan talenta anak muda Indonesia menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di Asia Tenggara.

"Generasi muda, terutama Gen Z, memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital ASEAN --tempat bertemunya talenta, teknologi, dan investasi untuk melahirkan karya berkelas dunia," tuturnya.

Pemerintah, lanjut Meutya, akan terus memperkuat dukungan terhadap pengembang gim nasional melalui kegiatan seperti IGDX dan platform baru Garuda Spark Innovation Hub yang telah diluncurkan di Bandung dan Jakarta. "Kami mengundang seluruh pengembang gim untuk bergabung dalam Garuda Spark Innovation Hub agar dapat berjejaring dengan seluruh pemangku kepentingan industri digital," jelasnya.

Salah satu peserta termuda yang menarik perhatian di IGDX 2025 adalah Adelia Misha, siswi SMP asal Malang. Di usianya yang baru 13 tahun, Misha telah menciptakan tiga gim, dan kali ini ia memperkenalkan karyanya berjudul Mocchi Mitten Bubble Revenge. Ia menempuh perjalanan darat dari Malang ke Bali demi menampilkan karyanya kepada publik dan investor.

Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menilai kualitas gim buatan pengembang lokal kini mampu bersaing di pasar global, terutama di kawasan Asia Tenggara.

"Peserta pameran di sini, bahkan dari tingkat pelajar, sudah bisa menembus pasar internasional. Buktinya, tiga gim asal Indonesia meraih penghargaan di Kuala Lumpur, Malaysia, dari total lima kategori yang dilombakan," ungkap Shafiq.

Ia menambahkan, capaian itu menjadi bukti kesiapan industri gim nasional dari segi kualitas dan kreativitas, meski masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dari berbagai pemangku kepentingan. "AGI akan terus mendukung pengembang muda seperti Misha dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah, terutama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, untuk memajukan industri gim nasional," pungkas Shafiq.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan