Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Indonesia Bidik Posisi Sebagai Pusat Inovasi AI Asia Tenggara, Pemerintah Tegaskan Komitmen Transformasi Digital
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 23 Mei 2025 12:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menyatakan tekad kuat untuk menjadikan Tanah Air sebagai pusat inovasi kecerdasan artifisial (AI) di kawasan Asia Tenggara. Komitmen ini ditegaskan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat membuka forum Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang digelar di Jakarta Selatan pada Kamis (22/5/2025).
Dalam pidatonya, Meutya menyampaikan bahwa pemerintah siap menjalin kerja sama strategis dengan berbagai mitra, baik dari dalam maupun luar negeri, guna mempercepat transformasi digital nasional secara inklusif dan berkelanjutan.
"Kami membuka ruang kolaborasi dengan seluruh mitra strategis, baik lokal maupun global, berdasarkan prinsip kesetaraan dan profesionalisme. Tujuannya adalah agar transformasi digital dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat Indonesia," ujar Meutya Hafid di hadapan para peserta forum.
Salah satu langkah konkret dari kolaborasi tersebut adalah peluncuran program Startup Accelerator Southeast Asia-Indonesia AI Focus, yang dirancang untuk memperkuat ekosistem digital nasional melalui pendekatan terintegrasi: kebijakan progresif, pengembangan talenta digital, serta adopsi teknologi mutakhir pada sektor prioritas.
Meutya juga mengungkapkan investasi Google dalam pembangunan pusat data berbasis AI-ready di Indonesia diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, yakni senilai Rp 1.400 triliun (sekitar USD 88 miliar) dalam lima tahun mendatang.
Sementara itu, ekonomi digital Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai nilai USD 130 miliar, meningkat 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia juga menjadi penggerak utama ekonomi digital di kawasan ASEAN, dengan total transaksi digital tahun 2024 yang mencapai USD 263 miliar, lebih dari sepertiga total gross merchandise value (GMV) Asia Tenggara.
Dalam sektor startup, Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan. Sebanyak 2.566 startup aktif tercatat pada 2024, meningkat hampir 50 persen dari jumlah pada 2020. Rata-rata, lebih dari 200 startup baru tumbuh setiap tahunnya.
Meutya menekankan keberhasilan transformasi digital memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup kebijakan, regulasi, dan pelindungan terhadap kelompok rentan. "UU ITE, UU Pelindungan Data Pribadi, dan PP Tata Kelola Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP Tunas) menjadi fondasi penting agar pengembangan AI tetap berpihak pada kepentingan nasional," jelas Meutya.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui program Digital Talent Scholarship, yang bertujuan mencetak inovator digital yang kompeten, etis, dan berwawasan global. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang AI guna memastikan bahwa talenta digital nasional memiliki pemahaman terhadap isu seperti bias algoritmik dan pelindungan data pribadi.
"Kami yakin, dengan kebijakan yang kuat, talenta unggul, serta ekosistem teknologi yang kolaboratif, Indonesia memiliki landasan yang kokoh untuk menjadi pusat inovasi AI di kawasan," pungkas Meutya Hafid.
Langkah ini menandai keseriusan Indonesia dalam menempatkan diri sebagai pemimpin regional dalam bidang teknologi dan inovasi digital berbasis kecerdasan buatan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
