Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Indonesia Harus Jadi Pemain, Bukan Sekadar Konsumen AI Global

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 19 September 2025 11:48 WIB
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (Komdigi)
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen dalam percaturan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dunia.

Di tengah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok, Indonesia harus hadir untuk ikut menentukan arah ekosistem AI global agar lebih adil bagi negara berkembang.

"Hari ini kita menyaksikan arm race antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Kalau kita terlambat masuk, maka negara-negara Global South, termasuk Indonesia, hanya akan jadi konsumen. Itu yang terjadi pada regulasi nuklir dan ruang angkasa, aturan hanya ditentukan negara maju," jelas Nezar dalam IIFA Discussion Series #4 bertema 'Indonesia in the Era of Artificial Intelligence' di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat, Selasa (16/9/2025).

Nezar mengungkapkan, Indonesia telah mengambil langkah awal dengan menggandeng UNESCO. "Kabar baiknya, Indonesia adalah negara pertama di ASEAN yang merampungkan dokumen readiness assessment untuk adopsi AI yang dipromosikan UNESCO. Dokumen ini menyatakan kita punya potensi besar, tapi adopsi teknologinya harus dipacu," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah sedang menyiapkan kebijakan nasional yang lebih kuat dalam bentuk peta jalan (roadmap) AI. "Sekarang Kementerian sedang menyiapkan national roadmap untuk AI. Dokumen ini akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Presiden. Harapannya bisa terbit awal tahun depan. Dengan roadmap ini, kita bisa mengarahkan pengembangan emerging technologies agar sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045," tutur Nezar.

Nezar menekankan pentingnya posisi Indonesia yang lebih berani dalam ekosistem teknologi global. "Kita tidak ingin hanya jadi pengguna, tapi jadi pemain. Dengan sumber daya kritis seperti nikel, dengan pasar besar, dan dengan roadmap nasional, Indonesia punya modal. Yang penting sekarang adalah berani menentukan arah, tidak hanya menjadi pengikut," tandasnya.

Dengan langkah strategis ini, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan momentum perkembangan AI untuk kepentingan nasional sekaligus memperkuat perannya dalam percaturan teknologi dunia.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan