Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Indonesia Perkuat Tim Medis Darurat Menuju Standar WHO
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 9 Agustus 2025 15:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Sentul - Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan menggelar pelatihan 'Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Cadangan Kesehatan - Emergency Medical Team (TCK-EMT) Tipe 2 Indonesia'.
Pelatihan ini dalam rangka memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan memenuhi standar klasifikasi serta sertifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kegiatan berlangsung pada 4-8 Agustus 2025 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melibatkan 95 peserta dari berbagai instansi, termasuk rumah sakit vertikal Kemenkes, unit lintas program, POLRI, organisasi profesi, LSM, dan NGO. Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan pilar ketiga: Ketahanan Kesehatan, yang menekankan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan krisis kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri.
"Indonesia termasuk negara dengan risiko bencana tinggi. Oleh karena itu, kita membutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih dan siap dimobilisasi kapan saja," ujar Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, Rabu (7/8/2025), demikian dikutip laman Kemenkes.
Ketua Pelaksana kegiatan, Eko Medistianto, menjelaskan peserta merupakan tenaga cadangan kesehatan yang telah ditunjuk resmi oleh instansinya. Pelatihan berfokus pada peningkatan keterampilan manajemen operasional EMT di lokasi bencana, termasuk kesiapan logistik, koordinasi lintas pihak, dan pelayanan medis darurat.
"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses menuju sertifikasi WHO dan global classification bagi TCK-EMT Tipe 2 Indonesia," tutur Eko.
Materi pelatihan disampaikan oleh fasilitator profesional lulusan EMT Induction WHO yang kini tergabung dalam program MULTHEOR (Multi-Country Training Hub for Health Emergencies Operational Readiness). Mereka berasal dari berbagai institusi strategis seperti Universitas Pertahanan RI, Universitas Indonesia, Pusat Kesehatan TNI, RS Haji UIN Jakarta, MDMC, PERDAMSI, hingga WHO.
Metode pembelajaran menggabungkan paparan materi, diskusi, permainan edukatif, simulasi, dan praktik pendirian rumah sakit lapangan. Topik yang diberikan mencakup:
- Manajemen penanggulangan krisis kesehatan sesuai pedoman nasional,
- Standar operasional EMT Tipe 2 berdasarkan Blue Book WHO 2021,
- Alur deployment EMT dari pra hingga demobilisasi,
- Pengelolaan logistik EMT Tipe 2,
- Penyiapan sarana dan prasarana pendukung operasi lapangan.
Salah satu peserta, Franky Moudy Rumondor, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat. "Di lokasi bencana, tenaga kesehatan harus mampu memberikan layanan optimal, meski dihadapkan pada keterbatasan logistik, komunikasi, bahkan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh anggota TCK-EMT Tipe 2 Indonesia memiliki pemahaman dan kompetensi yang seragam sesuai standar internasional. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen Indonesia membangun ketahanan kesehatan yang tangguh dan siap mendukung penanganan krisis, baik di dalam negeri maupun internasional.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
