Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Indonesia Tegaskan Kepemimpinan Regional dalam Eliminasi Malaria Lewat Forum Asia Pasifik di Bali

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 17 Juni 2025 14:08 WIB
Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg Murti Utami. (Foto: Kemenkes)
Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg Murti Utami. (Foto: Kemenkes)

BATAMTODAY.COM, Bali - Pemerintah Indonesia memperkuat komitmennya dalam upaya pemberantasan malaria di kawasan Asia Pasifik dengan menjadi tuan rumah Asia Pacific Leaders' Summit on Malaria ke-9 yang digelar di Bali.

Forum internasional ini berlangsung selama dua hari dan dihadiri lebih dari 200 peserta dari 23 negara, terdiri atas pemimpin politik, pakar kesehatan, mitra pembangunan, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil.

Pertemuan ini bertujuan mempererat kolaborasi lintas sektor dan lintas negara untuk mempercepat eliminasi malaria, yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di kawasan Asia Pasifik.

"Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, melainkan juga menyangkut keadilan sosial, pembangunan, keamanan, serta kebijakan publik," ujar Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, drg Murti Utami, dalam pidato pembukaannya, Senin (16/6/2025), demikian dikutip laman Kemenkes.

Murti menambahkan, forum ini menjadi momen strategis untuk memperkuat langkah bersama dan mempercepat pencapaian target eliminasi malaria secara menyeluruh, terutama menjelang tenggat waktu regional pada tahun 2030.

"Kita tidak memulai dari nol. Seluruh kawasan sudah memiliki fondasi yang kuat melalui pendekatan berbasis komunitas dan inovasi teknologi. Kini saatnya mempercepat, menyelaraskan, dan mempertahankan berbagai upaya tersebut," lanjutnya.

Menurut Murti, tantangan yang dihadapi kawasan meliputi tingginya beban kasus malaria di beberapa negara, mobilitas lintas batas, munculnya malaria zoonotik, resistensi terhadap obat, hingga dampak perubahan iklim terhadap penyebaran penyakit.

Indonesia dalam forum ini juga mendorong penguatan diplomasi kesehatan dan solidaritas regional sebagai strategi utama dalam menghadapi tantangan tersebut. "Kolaborasi bukan hanya antar Kementerian Kesehatan, tetapi harus lintas sektor dan lintas negara. Inilah kunci menuju eliminasi malaria yang berkelanjutan," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sambutan video yang ditayangkan di forum, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia dalam upaya regional melawan malaria. "Eliminasi nasional bukanlah cita-cita yang mustahil. Banyak negara di Asia Pasifik telah menunjukkan penurunan penularan secara signifikan," ujarnya.

Namun, Tedros juga mengingatkan bahwa tantangan global, khususnya terkait pendanaan kesehatan, bisa menjadi hambatan serius. "Diperlukan komitmen politik yang kuat dan kolaborasi lintas sektor serta kemitraan yang luas untuk menjaga momentum eliminasi malaria ini," tutup Tedros.

Forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi dan aksi konkret guna mempercepat pencapaian target bebas malaria di Asia Pasifik pada tahun 2030. Indonesia, melalui forum ini, menegaskan perannya sebagai motor penggerak dalam diplomasi kesehatan kawasan dan komitmen terhadap keadilan akses layanan kesehatan yang setara.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan