Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Indonesia-Turkiye Gelar Pertemuan 2+2 Perdana, Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 12 Januari 2026 10:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, memimpin pertemuan perdana format Menteri Luar Negeri-Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia-Turkiye dengan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Turkiye Yasar Guler, Jumat (9/1/2026).
Pertemuan 2+2 ini merupakan tindak lanjut dari amanat Presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia-Turkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari tahun lalu. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif Indonesia dan Turkiye.
"Indonesia hanya menyelenggarakan pertemuan 2+2 dengan sejumlah negara mitra tertentu. Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan serta komitmen jangka panjang yang kuat untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Turkiye," ujar Menlu Sugiono.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama pada sejumlah bidang prioritas, antara lain pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, serta investasi. Para menteri juga saling bertukar pandangan terkait dinamika kawasan dan isu global yang menjadi kepentingan bersama.
Di sektor ekonomi, Indonesia dan Turkiye sepakat mendorong percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral. Selain itu, kedua pihak mendorong penguatan kerja sama investasi, khususnya di sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Terkait isu regional dan global, Indonesia dan Turkiye menegaskan komitmen bersama sebagai mitra strategis dan negara Global South untuk memperkuat kerja sama multilateral. Kedua negara juga bertukar pandangan mengenai situasi di Palestina, Timur Tengah, kawasan ASEAN dan Pasifik, serta berbagai perkembangan global lainnya.
Indonesia kembali menyatakan dukungan terhadap aspirasi Turkiye untuk menjadi ASEAN Full Dialogue Partner. Kedua pihak sepakat terus mendorong kerja sama konkret antara ASEAN dan Turkiye, terutama di bidang ekonomi.
Mengenai Palestina, sebagai anggota Group of Eight, Indonesia dan Turkiye menekankan pentingnya gencatan senjata di Gaza, jaminan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta langkah-langkah rekonstruksi pascakonflik.
Seluruh hasil pertemuan tersebut dituangkan dalam sebuah Joint Declaration yang mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Turkiye untuk memperkuat kemitraan strategis secara berkelanjutan.
Usai pertemuan 2+2, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Republik Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, di Istanbul pada Sabtu (10/1/2026).
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
