Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Isra Mikraj Momentum Pertobatan Ekologis, Menag Nasaruddin Umar: Berhentilah Merusak Alam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 17 Januari 2026 14:08 WIB
Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (15/1/2026). (Kemenag)
Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (15/1/2026). (Kemenag)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam menjadikan peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah sebagai momentum pertobatan ekologis dengan menghentikan perilaku yang merusak lingkungan dan mulai merawat alam semesta secara berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Menag dalam sambutannya pada Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis malam (15/1/2026). Dengan mengusung tema "Pesan Ekoteologi dalam Peristiwa Isra Mikraj", Menag menegaskan bahwa kesalehan ritual tidak dapat dipisahkan dari kesalehan sosial dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

"Menjadi khalifah di bumi berarti menjaga amanah, bukan menguasai dan mengeksploitasi secara serakah. Karena itu, Isra Mikraj layak kita jadikan momentum pertobatan ekologis. Berhenti merusak, mulai merawat, dan menghadirkan rahmat bagi alam semesta," tegas Nasaruddin Umar.

Menurut Menag, peristiwa Isra Mikraj mengandung pesan bahwa perjalanan spiritual tidak berhenti pada pengalaman transendental, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di bumi. Nabi Muhammad SAW, kata Menag, memilih kembali ke dunia untuk membawa manfaat dan rahmat bagi umat manusia meskipun telah mencapai derajat spiritual tertinggi.

"Spirit langit yang kita rayakan seharusnya menjelma menjadi aksi bumi. Salat yang khusyuk semestinya melahirkan perilaku hemat air, cinta kebersihan, serta keengganan untuk merusak alam. Di sanalah makna ekologi hadir," ujarnya.

Menag juga mencontohkan praktik ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Rasulullah SAW untuk berhemat air saat berwudu. Ia menyebut Masjid Istiqlal telah menerapkan prinsip tersebut secara konsisten hingga memperoleh sertifikat internasional EDGE dari Bank Dunia sebagai Green Mosque.

Pada kesempatan yang sama, Menag mengajak masyarakat untuk mendoakan sekaligus membantu para korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menilai musibah tersebut sebagai peringatan sekaligus ujian agar manusia lebih peduli terhadap keseimbangan alam.

"Bencana ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk naik kelas, bukan hanya secara spiritual, tetapi juga dalam tanggung jawab menjaga lingkungan," kata Menag.

Sejalan dengan itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam tausiyah hikmah Isra Mikraj menegaskan bahwa kerusakan lingkungan merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah kekhalifahan manusia di bumi. Ia mengajak umat Islam menjadikan pelestarian alam sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah sosial.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan