Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

ITU Apresiasi Indonesia, Diplomasi Digital Kian Kuat Jelang WSIS+20 di PBB

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Sabtu, 30 Agustus 2025 09:28 WIB
Sekretaris Jenderal ITU, Doreen Bogdan-Martin dan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Komdigi)
Sekretaris Jenderal ITU, Doreen Bogdan-Martin dan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Komdigi)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia mendapat pengakuan dunia internasional di bidang transformasi digital. Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Doreen Bogdan-Martin, memberikan apresiasi kepada Indonesia atas kontribusinya dalam mendorong inklusivitas serta kolaborasi global menuju tata kelola digital yang lebih adil.

Penghargaan tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi kepada Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang menilai Indonesia berperan aktif dalam World Summit on the Information Society (WSIS) dan berbagai forum digital internasional.

"ITU sangat menghargai dukungan berkelanjutan Indonesia terhadap proses WSIS dan keterlibatan aktif pemerintah dalam implementasi WSIS Action Lines. Kami menantikan kolaborasi lebih erat menjelang WSIS+20 Review di Majelis Umum PBB Desember mendatang," tulis Bogdan-Martin dalam suratnya kepada Menkomdigi, demikian dikutip laman Komdigi.

Indonesia Jadi Aktor Penting Diplomasi Digital

Apresiasi ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam diplomasi digital global, terutama menjelang pembahasan WSIS+20 Review di Majelis Umum PBB, Desember 2025. Indonesia sebelumnya tercatat berpartisipasi aktif dalam WSIS+20 High-Level Event 2025 dan AI for Good Global Summit di Jenewa pada Juli lalu.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyebut pengakuan ITU merupakan bukti nyata kepercayaan dunia terhadap peran Indonesia dalam menjembatani kepentingan negara maju dan berkembang. "Apresiasi ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia yang terus mendorong inovasi digital inklusif. Kami ingin memastikan kepentingan negara berkembang, khususnya Indonesia, tercermin dalam agenda digital dunia," ujar Meutya di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Menurut Meutya, pengakuan ITU menjadi langkah strategis bagi Indonesia dalam memperkuat kerja sama digital internasional, sekaligus memastikan arah transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan ITU, Indonesia diharapkan semakin berperan sebagai jembatan global dalam diplomasi digital, baik di kawasan Asia maupun di forum internasional.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan