Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Jalin Silaturahmi, Danlanal Ranai Coffee Morning Bersama Insan Pers Natuna
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 29 Oktober 2019 18:04 WIB
BATAMTODAY.COM, Natuna - Mako Lanal Ranai diramaikan para insan pers saat Danlanal Kolonel Pelaut (P) Tunggul mengelar coffee morning sebagai wujud nyata menjalin hubungan dengan para wartawan, Selasa (29/10) pagi hari.
Kolonel Tunggul, Perwira Akademi Angkatan Laut (AAL) tahun 1997 ini dengan raut wajah bersahabat menyambut para awak media Natuna. Saat kata sambutan, dia menjelaskan mempunyai hubungan baik dengan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Hal ini dikarenakan mempunyai kesamaan hari lahir dan bulan lahir dengan PWI pada tanggal 9 Februari.
"Saya lahir bersamaan dengan hari jadi PWI, semua wartawan ikut merayakannya," ucap Kolonel Tunggul sambil tertawa.
Pria kelahiran Jogya tahun 1976 ini juga bercerita tentang keluarga besarnya. Di mana dirinya mempunyai sejarah ketika dirinya mengikuti Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) di Natuna pada tahun 1997 lalu dan tinggal di Puskesmas Ranai.
"Di saat itu (Latsitarda di Natuna) saya mulai menjalin hubungan jarak jauh dengan seorang wanita asli kelahiran Surabaya yang kini menjadi ibu dari tiga anak saya," kata pria yang juga pernah menjadi artis dalam layar lebar 'Merah Putih Memanggilmu'.
Lanjut Tunggul, hingga dirinya menjabat sebagai Danlanal Ranai telah mengawaki KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) sebanyak 6 kali dengan posisi jabatan sebagai Komandan Kapal serta pernah operasi di laut Natuna selama 3 bulan dan telah banyak menangkapi pelaku ilegal fisihing dari negara Vietnam di wilayah ZEE Indonesia dengan KRI Diponegoro 365.
Lanjutnya, tidak hanya melintang di Indonesia, Tunggul juga menceritakan dirinya sewaktu bertugas di benua Afrika selama satu tahun tepatnya di Negara Republik Demokratik Kongo yang menjadi salah satu daerah rawan konflik juga mempunyai nilai luhur kepada bangsa dan Negara Republik Indonesia.
"Saat itu kita bangga dengan Merah Putih di lengan baju serta TNI sangat dihargai dan di sana kita mengetahui ternyata Negara Indonesia masih lebih jauh makmur," jelasnya kepada para wartawan yang tergabung di PWI dan Ajoi Natuna.
Pada moment coffee morning, Danlanal Ranai juga sangat mengharapkan peran serta media di Natuna ikut serta memberikan kontribusi melalui karya jurnalistiknya. "Dulu, sewaktu saya study di Singapore, saya mengambil tulisan tentang manfaat
media dalam berperang," tuturnya.
Dijelaskannya, harapanya satu, TNI dan insan pers bisa berkomunikasi dan saling bekerjasama. "Peran media sangat diperlukan, kebebasan pers sesuai UU Pers perlu disinergikan untuk memberikan karya jurnalistik yang berperan sebagai control sosial untuk membangun dan menjaga keamanan daerah," tegasnya.
Hal senada pun disampaikan Rapi, Ketua PWI Kabupaten Natuna. Menurut dia, sebuah kehormatan bagi insan pers bisa ikut serta bersinergi melalui hasil tulisan jurnalistik terhadap Lanal Ranai sebagai penegak keutuhan wilayah laut perbatasan Natuna dengan 6 negara ASEAN lainya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
