Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Kecelakaan Kerja Kian Marak, Komisi IV DPRD Batam Desak Disnaker Perketat Pengawasan K3
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 15 September 2025 15:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Batam - Lonjakan angka kecelakaan kerja di Batam mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Batam. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam, Surya Makmur Nasution, mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) memperketat pengawasan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di setiap perusahaan.
Menurut Surya, penerapan K3 wajib melalui kajian dan evaluasi menyeluruh sebelum izin diberikan. Ia menilai, kasus kecelakaan kerja yang terus berulang menunjukkan adanya kelalaian perusahaan maupun lemahnya pengawasan.
"Kalau masih ada kecelakaan kerja, berarti ada kelalaian. Dalam kondisi seperti itu, perlu ada tindakan tegas dari Disnaker terhadap perusahaan yang abai," ujar Surya, Senin (15/9/2025).
Surya mengingatkan, meski pengawasan ketenagakerjaan termasuk K3 merupakan kewenangan Disnakertrans Provinsi Kepri, Disnaker Batam tetap tidak boleh lepas tangan. Pasalnya, sebagian besar kasus kecelakaan kerja terjadi di Batam.
Ia juga menegaskan regulasi K3 tidak boleh dipandang sebagai hambatan bagi dunia usaha. "Mulai dari peralatan, fasilitas, hingga pemeliharaan harus dipenuhi. Jangan sembarangan memberi izin K3 kalau standar keselamatannya belum jelas," katanya.
Kasus Terbaru: Karyawan PLTGU Tewas Tersengat Listrik
Sorotan DPRD semakin kuat setelah kecelakaan kerja menimpa Rudi Antoro Bin Suyono (44), karyawan PT PLTGU Tanjunguncang, Jumat (12/9/2025). Rudi meninggal dunia setelah tersengat listrik saat memperbaiki pipa GLP menggunakan gerinda di lubang galian sedalam dua meter.
Humas RSUD Embung Fatimah, Elin, membenarkan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 15.38 WIB. "Korban sudah dalam kondisi tidak sadar saat tiba di UGD. Tim medis menemukan luka bakar di lengan kanan, diduga akibat percikan gerinda," ujarnya.
Polisi masih menyelidiki apakah insiden tersebut murni kelalaian penerapan K3 atau faktor human error.
Delapan Pekerja Tewas dalam Dua Bulan
Kasus Rudi menambah panjang daftar kecelakaan kerja di Batam. Dalam dua bulan terakhir, delapan pekerja dilaporkan meninggal akibat insiden di berbagai sektor, mulai dari proyek bangunan hingga galangan kapal.
Beberapa kasus besar yang tercatat, antara lain:
- 16 Juni 2025 - Karyawan vendor PT BBJMU, J (27), terjatuh saat memperbaiki kontainer di PT Batamindo Service Sinindo (BSS), Mukakuning.
- 17 Juni 2025 - Buruh bangunan H (52) tewas setelah jatuh dari lantai 7 proyek pertokoan Palm Spring, Batam Center. Katrol diduga terlepas bersama alas pijakan.
- 24 Juni 2025 - Kebakaran kapal tanker CPO Federal II di PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, menewaskan empat pekerja dan melukai lima lainnya.
- 5 Agustus 2025 - Operator forklift SST (31) tewas tertimpa plat besi di PT Sumber Samudra Makmur, Batuampar.
- 7 Agustus 2025 - Pekerja MRM (21) ditemukan meninggal dengan mesin gerinda di atas tubuhnya di PT Marine Shipyard, Tanjunguncang. Polisi menduga korban tersengat listrik.
Melihat tren tersebut, Surya kembali menegaskan perlunya evaluasi rutin terhadap perusahaan, terutama di sektor rawan kecelakaan seperti industri berat dan pembangkit listrik. "Keselamatan pekerja harus jadi prioritas. Tidak boleh ada lagi korban berjatuhan karena kelalaian perusahaan," pungkasnya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
