Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Kemenkes dan KOBAR Lawan Dengue Ajak Negara ASEAN Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Nol Kematian
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 10 Februari 2026 11:29 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama KOBAR Lawan Dengue (Koalisi Bersama Lawan Dengue) mengajak negara-negara di kawasan ASEAN memperkuat sinergi lintas sektor guna mewujudkan visi "Nol Kematian" akibat dengue yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan dalam Forum Regional Dengue bertajuk Advancing Collaboration on Dengue Prevention and Control di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Forum regional ini menjadi wadah kolaborasi antarnegara untuk memperkuat strategi pencegahan dan pengendalian dengue melalui pendekatan terpadu dan kerja sama kawasan.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Asnawi Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan keberhasilan Indonesia menekan angka insidensi dengue melalui strategi adaptif berbasis data. Ia menyebut angka kasus menurun dari 92 kasus per 100.000 penduduk pada 2024 menjadi 57 kasus per 100.000 penduduk pada 2025.
"Dengan kebijakan berbasis bukti dan solidaritas ASEAN, Zero Dengue Deaths bukan lagi sekadar visi. Ini adalah tujuan yang dapat kita capai bersama," ujar Asnawi Abdullah.
Menurutnya, penurunan tersebut dicapai melalui berbagai upaya, antara lain perluasan penerapan teknologi Wolbachia serta peningkatan cakupan vaksinasi dengue di sejumlah daerah.
Sementara itu, Ketua Umum KOBAR Lawan Dengue, Suir Syam, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam memperkuat respons nasional dan regional.
"KOBAR dibangun sebagai koalisi multi-pemangku kepentingan untuk memperkuat respons nasional dan mendorong kebijakan yang lebih terintegrasi. Kami percaya semangat gotong royong adalah kekuatan utama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang kompleks seperti dengue," ujar Suir Syam.
Forum regional ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari delegasi negara-negara ASEAN, Sekretariat ASEAN, organisasi internasional seperti WHO, pemerintah daerah, akademisi, hingga sektor swasta. Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan mampu merumuskan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga mendorong implementasi kerja sama regional yang berdampak langsung pada penguatan ketahanan kesehatan masyarakat di kawasan.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
