Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Kemlu RI Luncurkan Dokumen Kebijakan Integrasi Indonesia dan Dunia Islam di Yogyakarta
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 19 Januari 2026 09:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Yogyakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meluncurkan dokumen kebijakan berjudul "Mengintegrasikan Indonesia dan Dunia Islam: Arah, Kerangka, dan Peta Jalan" dalam kegiatan peluncuran dan sosialisasi yang digelar di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).
Peluncuran dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya Kemlu RI untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai posisi serta peran strategis Indonesia dalam dinamika dunia Islam, khususnya dalam kerangka kebijakan luar negeri.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta secara luring dan sekitar 60 peserta secara daring yang berasal dari kementerian dan lembaga, perguruan tinggi, lembaga kajian (think tanks), serta mahasiswa. Tingginya partisipasi lintas sektor mencerminkan besarnya perhatian terhadap isu integrasi Indonesia dan dunia Islam.
Dokumen kebijakan tersebut merupakan hasil kerja sama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kemlu RI dengan Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII). Proses penyusunannya berlangsung sejak Maret hingga Desember 2025 dan melibatkan akademisi, pakar, serta masukan lintas satuan kerja di lingkungan Kemlu RI.
Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika BSKLN Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyampaikan bahwa dokumen ini dirancang sebagai pedoman bersama bagi berbagai pemangku kepentingan dalam melaksanakan kebijakan luar negeri Indonesia secara lebih terarah dan terkoordinasi.
"Dokumen ini diharapkan menjadi acuan kolaboratif lintas pemangku kepentingan untuk memproyeksikan langkah bersama yang lebih terintegrasi dalam hubungan Indonesia dengan dunia Islam," ujar Vahd Nabyl.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya UII sekaligus Ketua Tim Penyusun Dokumen Policy Output, Irawan Jati, menjelaskan bahwa integrasi Indonesia dengan dunia Islam diarahkan untuk memperkuat identitas dan sentralitas Indonesia sebagai negara muslim yang memiliki kapasitas memengaruhi perkembangan dunia Islam.
"Indonesia memiliki modal strategis untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam dinamika dunia Islam, baik di tingkat regional maupun global," kata Irawan.
Mewakili tuan rumah, Dekan Fakultas Agama Islam UAD, Dr Arif Rahman, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan institusi. Ia menyebutkan bahwa diskusi kebijakan ini berpotensi menjadi fondasi awal bagi pengembangan Program Studi Hubungan Internasional di UAD.
"Kegiatan ini tidak hanya memperkaya diskursus akademik, tetapi juga membuka peluang penguatan kelembagaan di lingkungan UAD," ujar Arif Rahman.
Diskusi peluncuran dokumen turut diperkaya dengan tanggapan dari Prof. Dr. H. Ibnu Burdah (UIN Sunan Kalijaga), Prof Ai Fatimah Nur Fuad (UHAMKA), dan Dr Yoyo (UAD) yang memberikan masukan konstruktif terkait arah kebijakan serta tantangan implementasinya.
Melalui kegiatan ini, dokumen kebijakan "Mengintegrasikan Indonesia dan Dunia Islam: Arah, Kerangka, dan Peta Jalan" diposisikan sebagai rujukan kebijakan yang adaptif dan terbuka terhadap penyempurnaan, seiring dengan dinamika global serta peluang kerja sama internasional yang terus berkembang.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
