Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Kisruh Lonjakan Tagihan PLN di Natuna, Ini Jawaban Manager ULP PLN Ranai

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 7 Mei 2020 14:04 WIB
Maneger Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rayon Ranai, Abdul Munir. (Kalit)
Maneger Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rayon Ranai, Abdul Munir. (Kalit)

BATANTODAY.COM, Natuna - Maneger Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Rayon Ranai, Abdul Munir, tegaskan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Dikatakannya, hingga saat ini pihak PLN masih mengenakan tarif sesuai ketentuan harga Kwh per meter.

PLN juga memberi layanan gratis untuk Kwh meteran RI-450 VA dan diskon 50 % untuk kWh meteran RI -900 VA subsidi selama periode bulan April hingga Juni Tahun 2020.

"Tarif dasar listrik untuk meteran R-1,1.300 VA masih 1.467,28/kWh, harga masih normal dan tidak ada kenaikan harga," ucap Munir dikantornya kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (7/5/2020) siang.

Munir menambahkan, saat ini masyarakat Natuna menjerit karena adanya lonjakan kenaikan pembayaran listrik pada bulan Mei untuk pemakaian di bulan April.

"Ada berapa warga yang telah hadir ke kantor, karena merasa pembayaran pelanggan melonjak dari sebelumnya, kita sudah memberi penjelasan," tuturnya.

Sesuai dengan jumlah pemakaian berdasarkan yang tertera pada meteran, pihak petugas PLN akan mencatat dan secara otomatis saat dimasukkan ke dalam data, sistem akan menghitung untuk jumlah pembayarannya konsumen.

"Pemakaian real di lapangan sesuai tertera di meteran, sistem secara otomatis akan menghitung setelah di masukan pihak petugas," paparnya.

Menurutnya, lonjakan pembayaran listrik dikarenakan pandemi Corona. Sejak pertengahan Maret hingga April pemerintah telah memberlakukan belajar dirumah bagi anak sekolah dan bekerja dari rumah bagi pegawai, sehingga pemakaian listrik rumah tangga menjadi meningkat.

Terkait lonjakan, bulan Februari, Maret dan April, beban puncak listrik sudah mulai meningkat mencapai 6,5 mega. Namun, masih memakai pola perhitungan pembayaran berdasarkan akumulasi dari rata-rata pemakaian selama 3 bulan terakhir, tidak sesuai dengan yang tertera di Kwh meteran pelanggan.

"Mulai bulan April,petugas kita kembali aktif catat sesuai pemakaian kwh meteran pelanggan,sehingga pembayaran di mulai Mei terjadi lonjakan" sebut Munir.

Munir juga memberikan cara perhitungan tagihan pemakaian Kwh merter, melakukan penghitungan sendiri atau layanan baca meter mandiri stand meter secara pribadi dan mengirimkan hasil penghitungan kepada layanan Whatsapp pelanggang PLN 123 di nomor 08122123123.

Sedangkan bagi pelanggan PLN, yang merasa keberatan atas tingginya pembayaran rekening listrik bulan April yang dibayarkan pada bulan mei, Munir mengarahkan pelanggan dapat mempertanyakannya ke kantor PLN rayon Ranai dengan membawa ID pelanggan serta foto stand meter.

Editor: Chandra

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan