Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
KKP Perluas Adopsi Teknologi Perikanan Hemat Energi untuk Dorong Produktivitas dan Ekonomi Biru
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 19 November 2025 13:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperluas diseminasi inovasi teknologi hasil karya para penyuluh guna meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan, tanpa mengabaikan prinsip keberlanjutan ekologi.
Dua teknologi yang tengah dipromosikan adalah Lampu Ri Tallangang (LARITA) dan Crab Drum untuk budi daya kepiting. Inovasi ini dikembangkan oleh penyuluh Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau dan Penyuluhan Perikanan (BRPBAP3) Maros, dan telah ditetapkan sebagai teknologi terekomendasi melalui Keputusan Kepala BPPSDM KP Nomor 320 Tahun 2025.
Keduanya dapat diadopsi pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
Kepala Pusat Penyuluhan KP, Yayan Hikmayani, menjelaskan bahwa keberhasilan teknologi tersebut dapat dilihat dari kemudahan adopsinya. "LARITA dan Crab Drum mudah dicoba, murah, dan tidak rumit diterapkan sehingga cepat diterima masyarakat," ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Inovasi dari Kebutuhan Lapangan
Kepala BRPBAP3 Maros, A Indra Jaya Asad, menegaskan bahwa kedua inovasi tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat pesisir. "Kami berangkat dari persoalan di lapangan: bagaimana nelayan dan pembudi daya tetap produktif dengan biaya rendah namun tetap ramah lingkungan. LARITA dan Crab Drum menjadi bukti bahwa teknologi sederhana bisa membawa dampak besar," jelasnya.
LARITA merupakan lampu celup hemat energi untuk membantu nelayan kecil meningkatkan hasil tangkapan ikan pelagis pada malam hari. Jika lampu halogen konvensional membutuhkan daya 500 watt, LARITA hanya memerlukan 10-30 watt, sehingga dapat menekan konsumsi bahan bakar hingga 80 persen.
Uji coba di Kepulauan Selayar menunjukkan peningkatan hasil tangkapan hingga 150 persen dengan penggunaan energi yang jauh lebih efisien. Lampu ini juga dapat dioperasikan menggunakan aki bekas atau panel surya, sehingga ideal untuk daerah pesisir terpencil.
Sementara itu, Crab Drum adalah wadah silinder fleksibel berbahan plastik kuat yang dirancang khusus untuk budi daya kepiting bakau (Scylla spp.). Teknologi ini mencegah risiko kanibalisme, meningkatkan efisiensi pakan, serta memudahkan pemeliharaan hingga panen. Uji lapang di Wakatobi, Konawe, dan Sidoarjo menunjukkan peningkatan pertumbuhan kepiting hingga 40-60 persen, dengan masa balik modal kurang dari dua tahun.
Lahirnya teknologi terekomendasi ini mencerminkan sinergi antara fungsi penelitian, pengembangan teknologi, dan penyuluhan BPPSDM KP. Melalui pendampingan penyuluh, inovasi yang muncul dari kebutuhan lapangan dapat diterapkan secara meluas oleh masyarakat pesisir.
Dengan potensi ekspansi ke berbagai wilayah pesisir Indonesia, LARITA dan Crab Drum menjadi simbol transformasi teknologi perikanan yang efisien, terjangkau, dan berkelanjutan --mendukung percepatan penerapan ekonomi biru yang inklusif dan tangguh.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
