Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Luruskan Niat Perjuangan Politik, Kader Partai Gelora Mulai Diberikan Materi 'Tazkiyatun Nafs'
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 14 Januari 2026 08:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta-Ketua Koordinator Pelaksana Harian DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Rofi' Munawar mengatakan, perjuangan politik adalah ibadah yang paling afdal atau lebih utama, dan merupakan ibadah yang paling berat.
Hal itu disampaikan Rofi' Munawar saat menjadi narasumber Kajian Pengembangan Wawasan Spiritual (Tazkiyatun Nafs) dengan tema 'Meluruskan Niat Perjuangan Politik' yang digelar Selasa (13/1/2026) malam.
Menurut dia, dalam politik tersebut banyak fitnah dan jebakan, godaan atau syahwat politik, serta asumsi dunia politik itu kotor.
"Maka ketika orang saleh terjun ke perjuangan politik, mereka mikir-mikir juga. Persoalannya, ya karena politik itu kotor. Ini yang banyak orang tidak kuat," kata Rofi' Munawar.
Padahal, kata dia, manusia dijadikan oleh Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi dengan tugas kepemimpinan untuk memakmurkan bumi.
"Artinya ketika kita terjun ke dunia politik, sebetulnya kita sedang melaksanakan mandat dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," katanya.
Karena itu, ketika seseorang diberikan mandat sebagai pemimpin, maka dia harus bisa mengentaskan kemiskinan, mensejahterakan dan memberi jaminan keamanan bagi rakyatnya.
"Opsi terjun ke dunia politik untuk melakukan perjuangan politik, kebetulan lewat Partai Gelora adalah kita ingin mendapatkan dari Allah SWT," ujarnya.
Sehingga untuk melakukan perjuangan politik itu, diperlukan sebuah visi misi. Dimana visi misi Partai Gelora adalah membangun masyarakat religius dan berpengetahuan.
"Dalam pemahaman saya adalah masyarakat yang memiliki energi spiritual dan energi intelektual atau energi pemikiran yang baik," katanya.
Energi spiritual dapat memberikan arah dan tujuan terhadap apa yang akan diperjuangkan.
Sedangkan energi Intekektual akan memberikan langkah-langkah menuju arah tersebut.
Dua energi tersebut, lanjutnya, akan membimbing kader Partai Gelora untuk menentukan arah, langkah dan tujuan yang akan dicapai secara jelas.
"Seperti kata Pak Ketum (Anis Matta) materi ini sangat penting. Materi tazkiyatun nafs ini akan memberikan guidance buat kita. Tazkiyatun nafs ini adalah pembersihan jiwa dan pensucian jiwa," katanya.
Diharapkan ketika sudah mendapatkan materi 'Tazkiyatun Nafs', maka setiap kader Partai Gelora sudah memiliki kesiapan menjadi pemikul beban atau pejuang di dunia politik," katanya.
"Jadi niat kita dalam politik itu beribadah. Artinya kalau bukan niat itu, maka kita tidak akan sampai kepada tujuan yang kita inginkan," kata Ketua Pelaksana Harian DPP Partai Gelora ini.
Ia menambahkan, perjuangan politik tidak hanya sekedar sebuah pertanggung jawaban di dunia saja, tetapi juga di akhirat.
"Di sini kita akan mendapatkan satu kekuatan yang menjadikan kita memiliki daya tahan, kesabaran dan seterusnya," jelas Rofi'.
Rofi' menilai ada empat rintangan atau penyakit yang bisa mencederai seseorang dalam melakukan ibadah politik, sehingga perlu sikap kehati-hatian dan kewaspadaan.
Pertama adalah penyakit kemunafikan atau inkonsistensi, yang bisa mencederai kesetiaan. Sehingga hati perlu dibersihkan karena bisa membahayakan yang lain.
Kedua adalah penyakit kedustaan, karena dapat bisa menghasut dan membahayakan orang lain melalui perkataan lisan.
Hal ini dapat dihindari dari perkataan dusta, karena dusta akan mempengaruhi indra-indra yang lain, apalagi apabila terjun di dunia politik.
"Betapa berbahayanya kalau pemimpin kita, pemimpin pendusta. Jangan sampai pemimpin kita dan kita dikenal sebagai pendusta," katanya.
Ketiga adalah penyakit ria, karena dalam politik kerap dibutuhkan sebuah pencitraan agar dilihat sebagai orang baik.
"Kalau soal pencitraannya saya tidak tahu persis jawabannya. Tapi saya kira apa yang kita sampaikan ke orang, itulah yang sebenarnya dalam kita, bukan pencitraan," ujarnya.
Keempat adalah penyakit pengkhianatan. Penyakit ini berkaitan dengan kedustaan, sehingga mempengaruhi kesetiaan, kejujuran, keyakinan dan kepercayaan.
"Gambaran tentang empat hal ini jangan sampai ada dalam diri kita supaya tidak mencedarai perjuangan politik kita ini," pungkas Rofi' Munawar.
Editor: Surya
a
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
