Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Mako Lanal Ranai 'Diserbu' Massa, Minta Nelayan Vietnam Diusir dari Natuna

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 26 Agustus 2019 19:16 WIB
Simulasi demo di Mako Lanal Ranai, Natuna. (Foto: Kalit)
Simulasi demo di Mako Lanal Ranai, Natuna. (Foto: Kalit)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Pangkalan TNI AL Ranai diserbu warga kelurahan Batu Hitam untuk menuntut adanya tindakan tegas dari Lanal Ranai agar segera memulangkan nelayan Vietnam ke negara asalnya.

Hal ini dilakukan lantaran keberadaan nelayan asing isi sudah sangat meresahkan warga Ranai, apalagi warga Vietnam sering berkeliaran dan membuat onar, serta sering mengambil buah kelapa warga tanpa permisi.

Mencapai 50 orang pendemo memaksa masuk ke mako Lanal Ranai yang dijaga ketat oleh personil TNI AL yang berseragam lengkap dengan senjata laras panjang SS2 dan AK 47.

"Kami ingin berjumpa dengan Danlanal, kami ingin warga Vietnam segera angkat kaki dari Natuna, segera proses mereka," ucap kordinator pendemo.

Sangat disayangkan, permintaan para pendemo tidak dapat di kabulkan. Hal ini dikarenakan Danlanal Ranai, Kolonel Harry Setyawan sedang tugas luar. Namun tuntunan para pendemo akan segera diberitahukan kepada Danlanal agar proses segera ditangani pihak hukum.

"Maaf, kami akan tampung permintaan dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan kami Danlanal, saya harap masyarakat dapat membubarkan diri dari Lanal Ranai," ucap Pasintel Lanal Ranai, Mayor Dwi melalui pengeras suara kepada para pendemo.

Akibat tidak terima, pendemo pun akhirnya melakukan upaya paksa masuk ke Mako Lanal, bahkan pendemo pun melempari dan menyoraki para TNI Lanal Ranai yang melakukan barisan penjagaan di gerbang batas Mako Lanal.

Akan hal ini, para pendemo mengalami cedera dan pingsan akibat kelelahan di tengah teriknya matahari. tim kesehatan Lanal Ranai segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi menggunakan ambulans menuju layanan kesehatan Lanal Ranai untuk segera diberi pertolongan.

Simulasi pendemo ini pun berakhir dicapai kata sepakat dalam pertemuan tersebut, dimana Pangkalan TNI AL Ranai berjanji akan menindak lanjuti permintaan para demonstran.

Demonstrasi yang dilakukan oleh warga Batu Hitam itu merupakan simulasi penanganan huru hara demonstrasi di Markas Komando Lanal Ranai, dalam rangka uji trampil latihan pangkalan penanggulangan huru hara yang dilakukan Lanal Ranai.

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, disela- sela kegiatan menjelaskan, dalam latihan ini melibatkan hampir seluruh personil di Mako Lanal Ranai, dengan tujuan memantau kesiapsiagaan dari Lanal Ranai dalam menghadapi berbagai ancaman dan gangguan.

"Dalam hal ini kita juga uji trampil dan kesiap siagaan Lanal Ranai, dan seluruh personil kita libatkan," jelas Danlanal, Senin (26/8/2019).

Selain latihan penanggulangan huru hara, juga dilakukan uji renang, tembak, uji trampil latihan pertahanan pangkalan, bahaya udara, PBB, uji Peraturan Dinas Dalam Khas (PDDKhas), dan uji Peraturan Dinas Tentara (PDT).

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. beserta perwira staf Lanal Ranai menghadiri pembukaan Uji Terampil Glagaspur (Gladi Tugas Tempur) P1 dan P2 dengan Tim Kolat Koarmada I terdiri dari Katim Letkol Laut (P) A.M. Lubis, Wakatim Mayor Laut (P) Budi Dermawan, anggota : Pelda Ede Ade Sumantri, Serka Ahmad Sutarya dan Sertu Nav Viki.

Menurut Letkol Laut (P) A.M. Lubis, dari penilaian awal pihaknya Lanal Ranai telah sesuai prosedur yang ditetapkan, dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

"Untuk penilaian sudah masuk dalam ideal sebuah pangkalan,dan semua yang dilaksanakan sesuai kriteria yang berlaku," ujar A.M. Lubis.

Kegiatan uji terampil di Lanal Ranai Ranai dilaksanakan selama 4 hari mulai Sabtu (24/8/2019) hingga Selasa (27/8/2019).

Selain personil Lanal Ranai,uji trampil juga diikuti oleh anggota Marinir Kompi Setengar dan setiap personil Lanal Ranai yang ada di setiap Pol TNI AL Ranai.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan