Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Maksimalkan Layanan Kesehatan, RSJKO EHD Tanjunguban Usulkan Penambahan Dokter Spesialis
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 24 Oktober 2025 09:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban berencana mengajukan penambahan dokter spesialis guna memaksimalkan layanan kesehatan bagi masyarakat. Langkah ini diambil setelah munculnya sejumlah keluhan terkait lamanya waktu antrean obat dan keterbatasan tenaga medis di rumah sakit tersebut.
Beberapa waktu terakhir, masyarakat mengeluhkan pelayanan di RSJKO EHD Tanjunguban, khususnya pada bagian apotek yang dinilai memakan waktu lama dalam proses penebusan obat. Salah seorang keluarga pasien menyebutkan, waktu tunggu pelayanan kerap berlangsung hingga berjam-jam.
"Kita dari pagi berobat, tapi menunggu obat sampai sore. Ini jelas tidak nyaman, pelayanannya jauh dari kata baik," ujar seorang keluarga pasien, Rabu (22/10/2025).
Keberadaan RSJKO EHD Tanjunguban sebenarnya sangat diharapkan masyarakat sebagai pusat layanan kesehatan jiwa sekaligus rumah sakit rujukan bagi pasien umum di wilayah Bintan Utara. Namun, keterbatasan tenaga medis --terutama dokter spesialis-- masih menjadi kendala utama yang berdampak pada optimalisasi pelayanan.
"Walaupun rumah sakit jiwa, RSJKO juga melayani pasien umum. Jadi, pelayanan untuk pasien umum harus dimaksimalkan," tambahnya.
Direktur RSJKO EHD Tanjunguban, dr Asep Guntur Supari, membenarkan bahwa keterbatasan jumlah dokter spesialis menjadi salah satu penyebab pelayanan belum maksimal. Akibatnya, pasien yang datang sejak pagi sering kali harus menunggu dokter hingga siang hari.
"RSJKO EHD memang masih kekurangan dokter spesialis, sehingga pelayanan sedikit terhambat. Kami sudah mengajukan penambahan beberapa dokter spesialis agar pelayanan bisa lebih optimal," jelas dr Asep, Kamis (23/10/2025).
Ia menegaskan, pihak rumah sakit telah menggunakan sistem digitalisasi dalam pelayanan, termasuk untuk pencatatan resep dan distribusi obat di apotek. Berdasarkan data sistem tersebut, antrean panjang bukan disebabkan oleh kendala teknis di apotek, melainkan karena jadwal praktik dokter yang dimulai siang hari sementara pasien sudah datang sejak pagi.
"Untuk poli siang, pendaftaran baru dibuka pukul 10.00 WIB. Namun, banyak pasien datang sejak pagi, sehingga antrean di apotek tampak menumpuk. Ini yang sering disalahpahami masyarakat," ungkapnya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan tenaga medis, dr Asep menegaskan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembenahan manajemen, optimalisasi sistem digital, dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis.
"Kami akan terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan. Usulan penambahan dokter spesialis sudah kami sampaikan agar layanan kesehatan di RSJKO EHD Tanjunguban semakin baik ke depannya," tegasnya.
Dengan upaya penambahan dokter spesialis dan peningkatan sistem pelayanan, RSJKO EHD Tanjunguban berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih cepat, efektif, dan manusiawi bagi masyarakat Bintan dan sekitarnya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
