Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Malam Ini, Republika Gelar Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan 2016
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Selasa, 25 April 2017 18:26 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Republika akan menggelar acara malam penganugerahan Tokoh Perubahan 2016 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (25/4/2017) malam.
Acara tahunan yang diadakan media komunitas Muslim terbesar di Indonesia ini, merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang mendorong program-program baru di berbagai bidang.
Mereka yang terpilih dan dinobatkan sebagai Tokoh Perubahan adalah sosok-sosok yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan melakukan perubahan di tengah masyarakat.
Ketua Panitia Tokoh Perubahan 2016, Subroto, mengatakan bahwa proses pemilihan tokoh perubahan diawali dengan mengamati usulan-usulan yang masuk kepada Republika.
“Usulan tersebut datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai pegawai negeri sipil, tokoh masyarakat, birokrat, ulama, pengusaha, sampai masyarakat biasa,” kata Subroto dalam siaran persnya, Selasa (25/4/2017).
Menurut dia, semua usulan ini kemudian dipelajari profil portofolionya, lalu dilakukan konfirmasi langsung agar yakin kalau tokoh-tokoh yang diusulkan tersebut benar-benar sesuai dengan semangat dan nilai-nilai penganugerahan tokoh perubahan.
Selama satu tahun penuh sepanjang 2016 katanya lagi, panitia menerima puluhan nama tokoh yang diusulkan menjadi Tokoh Perubahan 2016. Panitia bahkan sampai mengirimkan tim ke sejumlah daerah terpencil di Nusantara, termasuk ke wilayah timur Indonesia (Sulawesi dan Papua). Pengiriman tim dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai tokoh-tokoh yang diusulkan.
“Untuk tahun ini, akhirnya ditetapkan enam tokoh yang kami nilai terbaik sebagai Tokoh Perubahan 2016,” katanya.
Keenam tokoh yang berhasil mendapatkan anugerah Tokoh Perubahan 2016 adalah Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, pendiri BMT Beringharjo Yogyakarta Mursida Rambe, pendiri Koperasi Tani Maju Bersama Lombok Barat H Artim Yahya, pendiri Universitas Amikom Yogyakarta M Suyanto, bidan inspiratif sekaligus pendiri Yayasan Bumi Sehat Bali Robin Lim, dan pendiri perusahaan kosmetik PT Paragon Technology and Innovation/PTI (Wardah Cosmetics) Nurhayati Subakat.
Subroto menambahkan, Republika terus berupaya mempertahankan penganugerahan gelar Tokoh Perubahan sebagai referensi dan inspirasi bagi masyarakat untuk terus ikut serta dalam melakukan perubahan.
Tahun ini merupakan pergelaran yang ke-12 kalinya. Dimulai sejak 2005 silam, dan sudah ada 60 tokoh yang pernah dinobatkan menjadi Tokoh Perubahan Republika.
Mereka antara lain, mantan presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (2005), mantan ketua MPR Hidayat Nur Wahid (2005), mantan ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie (2006), Yusuf Mansyur (2007), Darmin Nasution (2008), Yohanes Sutya (2009), Hatta Rajasa (2010) dan Indra Sjafri (2013).
Kemudian, ada juga M Arifin Ilham (2005), Ary Ginanjar (2005), AA Gym (2005), Said Aqil Siroj (2012), Din Syamsuddin (2014), dan grup musik Slank (2015).
Bahkan, Presiden Joko Widodo juga pernah menerima penghargaan Tokoh Perubahan 2010 saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Saat itu, Jokowi dinobatkan menjadi Tokoh Perubahan bersama Asma Nadia (novelis),
Jusuf Kalla (mantan ketua Palang Merah Indonesia), Soelaiman Budi Sunarto (peneliti), M Zainul Majdi (Gubernur NTB), Fadzlan Garamatan (ulama dari Papua), dan Zulkifli Hasan (mantan Menteri Kehutanan RI, kini Ketua MPR).
Sementara Pemimpin Redaksi Republika, Irfan Junaidi menyatakan, agenda tahunan Republika kali ini mengangkat masalah kesenjangan sebagai agendanya. Secara lengkap, tema Tokoh Perubahan Republika 2016 adalah “Menggiatkan Ekonomi Berkeadilan untuk Mengatasi Kesenjangan”.
Menurut Irfan, Republika sangat meyakini bahwa pengalaman yang baik atas sila kelima Pancasila menjadi solusi yang sangat mujarab untuk mengatasi problem kesenjangan sosial. Sektor ekonomi, kata dia, menjadi titik tekan karena indikasi kesenjangan saat ini dibuat dengan lebih banyak mengukur kinerja ekonomi para warga bangsa.
“Walaupun bukan berarti istilah kesenjangan ini hanya semata-mata merujuk pada persoalan ekonomi,” kata Irfan.
Selain melalui sentuhan program-program fisik, Irfan melanjutkan, upaya untuk mengatasi kesenjangan ini juga harus dijalankan dengan mengubah pola pikir atau mindset. Pola pikir yang seolah-olah membuat kaveling bahwa sektor usaha hanya milik kalangan tertentu, haruslah diruntuhkan.
Kesempatan untuk berusaha adalah milik semua. Siapa yang bisa memanfaatkan kesempatan itu, maka dia yang akan mendapatkan peluang untuk memperbaiki kehidupannya agar setara dengan lainnya.
“Nah, keenam tokoh yang mendapatkan anugerah Tokoh Perubahan Republika 2016 telah membuahkan karya yang sangat pantas untuk diteladani. Hasil kerja kerasnya ikut menjadi bagian dari proses untuk mewujudkan keadilan sosial,” tutupnya.
Berikut daftar penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2005-2016:
Tahun 2005
– Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden RI
– Jenderal Pol Sutanto, Kapolri
– Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI
– Muhammad Arifin Ilham, Ulama
– Ary Ginanjar Agustian, Pendiri ESQ
– KH Abdullah Gymnastiar, Ulama
– Hamid Awaluddin, Negosiator Perdamaian RI-GAM
– Sofyan Djalil, Negosiator Perdamaian RI-GAM
Tahun 2006
– Komisi Pemberantasan Korupsi
– Jimly Asshidiqie, Ketua Mahkamah Konstitusi
– Sutiyoso, Gubernur DKI
Tahun 2007
– Deddy Mizwar, Aktor
– Habiburrahman El Shirazy, Novelis
– Andrea Hirata, Novelis
– Ratna Megawangi, Dosen/Peneliti/Penggerak Indonesia Heritage Foundation
– Ustaz Yusuf Mansyur, Ulama
– Muhammad Maftuh Basyuni, Menteri Agama RI
Tahun 2008
– Darmin Nasution, Dirjen Pajak
– Seto Mulyadi, Ketua Komnas Anak
– Anton Apriyantono, Menteri Pertanian
– Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri
– Ahmad Riawan Amin, Bankir/Dirut Bank Muamalat Indonesia
Tahun 2009
– Mahfud MD, Ketua Mahkamah Konstitusi
– Yohanes Surya, Pendidik/Ilmuwan
– Prof I Gede Winasa, Bupati Jembrana
– Aria Susumadewa, Sineas/Sutradara
– Mario Teguh, Motivator
– Toto Sugito, Penggagas Bike to Work
– Eri Sudewo, Penggerak Dompe Dhuafa
– Tri Mumpuni, Sosiopreneur
Tahun 2010
– Asma Nadia, Novelis
– Joko Widodo, Wali Kota Solo
– Jusuf Kalla, Ketua Palang Merah Indonesia
– Soelaiman Budi Sunarto, Peneliti
– M Zainul Majdi, Gubernur NTB
– Fadzlan Garamatan, Ulama dari Papua
– Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan RI
Tahun 2011
– Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian
– Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat
– KH Abdullah Syukri Zarkasyi, Pimpinan Ponpes Gontor
– Amran Nur, Wali Kota Sawahlunto
– Heppy Trenggono, Pengusaha Muda
Tahun 2012
– Taufik Kiemas, Ketua MPR RI
– Djoko Suyanto, Menko Polhukam
– KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU
Tahun 2013
– Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
– Gamal Albinsaid, Dokter, penggas asuransi sampah
– Iko Uwais, Pesilat, aktor
– Ridwan Hasan Saputra, Pengajar, pendiri Klinik Pendidikan MIPA (KPM)
– Indra Sjafri, Pelatih Timnas U-19
Tahun 2014
– Din Syamsudin, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah
– Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi
– Bhayu Subrata dan Pratama Widodo, Penggagas One Day One Juz
– Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng
– Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya
Tahun 2015
– Rudiantara, Menkominfo
– Nadiem Makarim, CEO Gojek
– Tuanku Guru Haji Hasanain Juaini, ulama NTB
– Hotlin Ompusunggu, aktivis lingkungan
– Grup musik Slank
Tahun 2016
– Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI
– Mursida Rambe, pendiri BMT Beringharjo Yogyakarta
– H Artim Yahya, pendiri Koperasi Tani Maju Bersama Lombok Barat
– M Suyanto, pendiri Universitas AMIKOM Yogyakarta
– Robin Lim, bidan inspiratif sekaligus pendiri Yayasan Bumi Sehat Bali
– Nurhayati Subakat, pendiri perusahaan kosmetik PT Paragon Technology and Innovation/PTI (Wardah Cosmetics)
Editor: Udin
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
