Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Menkopolhukam Beberkan Tiga Nilai Strategis Pembangunan Perbatasan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Kamis, 9 Maret 2017 08:00 WIB
<p>Menkopolhukam Wiranto saat mencanangkan Program Gerbangdutas di Natuna. (Foto: Ist)</p>
<p>Menkopolhukam Wiranto saat mencanangkan Program Gerbangdutas di Natuna. (Foto: Ist)</p>

BATAMTODAY.COM, Natuna - Pencanangkan program Gerakan Pengembangan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) 2017 di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri, menyasar tiga nilai strategis program Nawacita Presiden Joko Widodo da‎lam membangunan perbatasan.

Ketiga nilai tersebut dipaparkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Wiranto dalam pencanangan Program Gerbangdutas di Gedung Serba Guna Sri Srindit, Ranai, Kabupaten Natuna, Rabu (8/3/2017).

‎"Dengan dicanangkannya Gerbangdutas ini, maka akan menjadi sebuah fase baru yang perlu disyukuri bagi masyarakat di Kabupaten Natuna dan Kepri secara umum. Karena dengan demikian, program nawacita yang dibangun Presiden RI Joko Widodo dan wakil Presiden Jusuf Kalla terjawab. Terutama program nawacita ketiga, yakni membangun dari pinggiran," papar Wiranto.

Kenapa dikatakan membangun dari pinggiran, tambah Wiranto, karena biasanya yang pinggir itu selalu terlewatkan, atau terlupakan. Dan di Pemerintahan Presiden Jokowi ini dia tidak mau ada daerah yang terlewatkan dalam pembangunan.

Dalam Program Gerakan Pengembangan Terpadu Kawasan Perbatasan, kata Wiranto, ada tiga nilai strategis pembangunan perbatasan menurut Wiranto, yakni masalah keamanan, keadilan dan kesejahteraan serta pelestarian lingkungan.

Menyangkut keamanan, menurut Wiranto, dengan dibangunnya daerah perbatasan maka masyarakat akan menjadi lebih antisipatif terhadap berbagai ancaman, karena ancaman akan selalu ada dan berubah-ubah bentuknya dari tahun ke tahun.

"Ancaman itu selalu ada, baik ancaman tradisional maupun ancaman multidimensional. Kalau dulu ancaman berupa serangan langsung secara fisik, maka sekarang ancaman yang perlu kita hindari adalah seperti narkoba, terorisme, radikalisme, ilegal fishing, ilegal logging dan ancaman-ancaman lainnya," jelas Wiranto.

Adapun strategis Keadilan dan kesejahteraan yang dimaksud Wiranto, bahwa kesejahteraan adalah milik seluruh bangsa Indonesia, baik yang berada di kota maupun dipinggiran. Sehingga dengan membangun dari pinggir, maka kesejahteraan akan dirasakan secara merata.

Dan strategi pelestarian yang dimaksudkan adalah agar lahan atau hutan milik negara yang dilindungi bisa tetap terjaga dan tetap lstari. "Kita tidak mau banyak hutan lindung di Indonesia, namun prakteknya hutan lindung pada gundul. Dengan pembangunan seperti ini dan adanya Badan Pengelola Perbatasan, maka kita harap hutan-hutan bisa terjaga dan lestari sebagaimana fungsinya," lanjut Wiranto.

Pencanagan Gerbangdutas 2017 di Natuna ini juga dihadiri jajaran menteri terkait lainnya, seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakasad Letjen TNI M. Erwin Syafitri, Wakasal Laksda TNI Arie Henrycus Semburing, Wakasau Marsma TNI Jadiyan Suminta Atmadja dan Kasum Mabes TNI Laksda TNI Didit Herdiawan.

Editor: Dardani

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan