Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Meski Tanpa Lengan dan Hanya Satu Kaki, Gadis Cilik Ini Bersemangat untuk Sekolah
Oleh: Admin • Dibaca: 704 kali
Jumat, 3 Januari 2014 00:00 WIB
BATAMTODAY.COM, Kuala Lumpur - Semangat gadis cilik berusia tujuh tahun
dari Kampung Lubuk Batu, Trengganu, Malaysia, ini pantas ditiru.
Meskipun terlahir tanpa lengan dan hanya satu kaki, Nur Damia Irsalina
Daeng Malis, nama gadis cilik itu, sangat antusias untuk bersekolah.
Seperti yang diwartakan New Straits Times, Nur Damia sudah mulai bersekolah di Sekolah Kebangsaan Kuala Telemong, Trengganu, kemarin. Dia berusaha berkali-kali mengenakan seragam sekolahnya, dan berlatih menulis dengan kaki kanannya di rumah.
Nur Damia tak mau menyerah meski hanya memiliki satu-satunya kaki, kaki kanannya, yang hanya memiliki tiga jari itu. Dua di antara jari kaki itu digunakannya untuk menulis. Untuk bergerak, Nur Damia memanfaatkan kursi roda listrik.
Gadis cilik ini begitu senang ketika ayahnya, Dr Daing Malis Abd Kahar (43), dan ibunya, Rosnaini Mohamad (35), mengirimnya ke sekolah kemarin.
"Saya sangat bersemangat untuk mulai bersekolah. Meskipun saya cacat dan tidak seperti anak-anak lainnya, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa mandiri dan sukses," kata Nur Damia, mengutip kalimat ahli motivasi Australia, Nick Vujicic, yang menderita cacat serupa, sebagai idolanya.
Rosnaini mengatakan putrinya itu telah membolak-balik buku-buku pelajaran sekolah, dan menyiapkan alat tulis sejak Selasa. Bahkan, saking semangatnya untuk berangkat ke sekolah, Nur Damia bangun pagi-pagi.
"Sebagai seorang ibu, saya sangat senang melihat semangatnya. Dia tidak pernah membiarkan ketidakmampuannya menghentikan dia dari menjalani hidup normal seperti anak-anak lain," kata Rosnaini, yang telah mengambil cuti dari pekerjaan selama enam bulan ke depan untuk memastikan sekolah putrinya berjalan lancar. (*)
Editor: Roelan
Seperti yang diwartakan New Straits Times, Nur Damia sudah mulai bersekolah di Sekolah Kebangsaan Kuala Telemong, Trengganu, kemarin. Dia berusaha berkali-kali mengenakan seragam sekolahnya, dan berlatih menulis dengan kaki kanannya di rumah.
Nur Damia tak mau menyerah meski hanya memiliki satu-satunya kaki, kaki kanannya, yang hanya memiliki tiga jari itu. Dua di antara jari kaki itu digunakannya untuk menulis. Untuk bergerak, Nur Damia memanfaatkan kursi roda listrik.
Gadis cilik ini begitu senang ketika ayahnya, Dr Daing Malis Abd Kahar (43), dan ibunya, Rosnaini Mohamad (35), mengirimnya ke sekolah kemarin.
"Saya sangat bersemangat untuk mulai bersekolah. Meskipun saya cacat dan tidak seperti anak-anak lainnya, saya ingin membuktikan bahwa saya bisa mandiri dan sukses," kata Nur Damia, mengutip kalimat ahli motivasi Australia, Nick Vujicic, yang menderita cacat serupa, sebagai idolanya.
Rosnaini mengatakan putrinya itu telah membolak-balik buku-buku pelajaran sekolah, dan menyiapkan alat tulis sejak Selasa. Bahkan, saking semangatnya untuk berangkat ke sekolah, Nur Damia bangun pagi-pagi.
"Sebagai seorang ibu, saya sangat senang melihat semangatnya. Dia tidak pernah membiarkan ketidakmampuannya menghentikan dia dari menjalani hidup normal seperti anak-anak lain," kata Rosnaini, yang telah mengambil cuti dari pekerjaan selama enam bulan ke depan untuk memastikan sekolah putrinya berjalan lancar. (*)
Editor: Roelan
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
