Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Operasi AYU 2016, Skenario TNI Menjaga Langit Indonesia

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 7 Oktober 2016 15:07 WIB
<p>Kehadiran Jokowi di Operasi Angkasa Yudha, Kamis (6/10), menandai kedatangannya yang kedua di Natuna. Juni lalu ia ke kawasan itu setelah insiden penembakan kapal ikan asal China. (REUTERS/Beawiharta)</p>
<p>Kehadiran Jokowi di Operasi Angkasa Yudha, Kamis (6/10), menandai kedatangannya yang kedua di Natuna. Juni lalu ia ke kawasan itu setelah insiden penembakan kapal ikan asal China. (REUTERS/Beawiharta)</p>

BATAMTODAY.COM, Natuna - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, Operasi Angkasa Yudha 2016 digelar bukan untuk unjuk kekuatan terhadap negara yang mengklaim hak di Laut China Selatan

 

Para pilot TNI Angkatan Udara yang mengendarai Sukhoi SU-30MK2 berjalan di landasan pacu Lanud Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (3/10). Sejak 29 September hingga 6 Oktober kemarin, mereka berlatih skenario tempur udara dalam rangka Operasi Angkasa Yudha 2016. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

 

Presiden Joko Widodo duduk di kokpit Sukhoi SU-30, didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna (kanan), Kamis (6/10). Jokowi untuk kali pertama meninjau Operasi Angkasa Yudha. (REUTERS/Beawiharta)

 

Sukhoi SU-30 merupakan salah satu jet tempur TNI AU yang dioperasikan pada Angkasa Yudha 2016. F-16 Fighting Falcon juga digunakan pada skenario tempur udara di Lanud Ranai. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

 

Jet tempur Sukhoi SU-30 bermarkas di Skadron Udara 11 di Lanud Hasanuddin, Makassar. Pesawat buatan Rusia itu kerap beroperasi di langit Natuna untuk mengusir pesawat tak berizin yang masuk ke Indonesia. (REUTERS/Beawiharta)

 

Prajurit TNI AU terjun payung dari Hercules C-130. Pada Angkasa Yudha 2016, personel Korps Pasukan Khas juga diwajibkan menunjukkan kemampuan terjun statis dan dinamis. (REUTERS/Beawiharta)

 

Pilot mengoperasikan helikopter NAS 332 Super Puma milik Skadron Udara 6 pada skenario evakuasi pilot yang pesawatnya tertembak. (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

 

Dinas Penerangan TNI AU menyatakan, Indonesia memiliki kemampuan dan armada yang kuat untuk memperlihatkan eksistensi di perairan Natuna. (REUTERS/Beawiharta)

Editor: Udin

BATAMTODAY.COM, Natuna -

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan