Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Panglima TNI Bongkar Kegiatan Perusahaan Mata-mata di Penarik Natuna

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Jumat, 7 April 2017 08:00 WIB
<p>Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengecek langsung peralatan spionase perusahaan asal Malaysia di Natuna. (Foto: Ist)</p>
<p>Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat mengecek langsung peralatan spionase perusahaan asal Malaysia di Natuna. (Foto: Ist)</p>

BATAMTODAY.COM, Natuna - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, kedaulatan NKRI di perbatasan harus terus dikawal. Tidak boleh ada upaya yang mengancam kedaulatan NKRI itu dibiarkan. Itulah yang dibuktikan Panglima TNI, dengan mencopot receiver yang diduga menjadi bagian dari kegiatan mata-mata perusahaan asal Malaysia PT Sacofa Sdn Bhd di kawasan Penarik, Kabupaten Natuna.

Receiver yang berfungsi menerima sinyal dan data dari sistem transmisi tersebut berada di Landing Station PT Sacofa di Penarik, Kabupaten Natuna.

"Keberadaan PT Sacofa ini mengancam kedaulatan NKRI. Untuk itu saya turun ke sini untuk melihat kondisi Landing Station PT Sacofa," tegas Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis (6/4/2017).

Diakuinya, keberadaan Landing Station PT Sacofa yang berada di Penarik Natuna itu, tidak berbeda dengan Landing Station PT Sacofa yang di Anambas, yang juga telah dicopot Panglima Gatot terlebih dahulu sebelum bertolak ke Natuna.

Baca: Panglima TNI Copot Receiver Perangkat Kabel Bawah Laut PT Sacofa di Anambas

"Tak ada perbedaan, keberadaan PT Sacofa ini tetap mengganggu kedaulatan NKRI. Di mana Perusahaan asing ini juga telah melanggar hukum yang berlaku di Indonesia," jelasnya.

Untuk mengawal kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan Provinsi Kepri, maka receiver di Landing Station PT Sacofa di Penarik Natuna dan di Landing Station PT Sacofa Anambas dicabut.

"Kita mencabut alat ini, supaya PT Sacofa tidak beroperasi lagi. Sama yang di Anambas juga kita copot, supaya tidak beroperasi. ‎Ini tugas kami, harus tetap menjaga kedaulatan NKRI. Kami tidak mau kedaulatan NKRI diganggu orang asing," tegas jenderal bintang empat itu.

Usai mencopot reciver, Panglima TNI kemudian memerintahkan para personil Raider ‎Khusus 136, Kodim 0318 Natuna, Subdenpom Natuna untuk menjaga Landing Station PT Sacofa agar tidak kembali melakukan kegiatan spionasenya.

"Saya perintahkan kamu tetap berjaga-jaga di sini. Tidak ada yang boleh membuka segel yang sudah terpasang, tanpa perintah dan seizin saya," tegasnya lagi.

‎Kunjungan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke Penarik Natuna itu didampingi oleh Gubnernur Kepri H. Nurdin Basirun, Danlantamal IV, Danrem 033, Pangdam Bukit Barisan, serta para pejabat setempat. Rombongan Panglima TNI itu disambut oleh Bupat Natuna Hamid Rizal, Danlanud Ranai, Danlanal Ranai dan Kajari Ranai.

Editor: Dardani

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan