Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Pembangunan Kompleks Haji di Mekah Jadi Bukti Danantara Layani Jemaah Sepenuh Hati

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 9 Februari 2026 11:48 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Proyek pembangunan Kompleks Haji di Mekah yang digagas Danantara dinilai sebagai langkah nyata pemerintah dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah haji dan umrah Indonesia.

Selain menghadirkan fasilitas yang nyaman, proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menekan biaya perjalanan ibadah di masa mendatang.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa konsep pembangunan kompleks dirancang agar jemaah Indonesia merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. "Yang ingin kami lakukan adalah menciptakan sebuah desa tempat orang Indonesia dapat pergi dan merasa aman, merasa seperti di rumah," ujarnya dalam wawancara pada ajang Indonesia Economic Summit (IES).

Menurut Pandu, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia sehingga kehadiran kompleks tersebut menjadi kebutuhan strategis. Selain sebagai fasilitas pelayanan, kompleks haji juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan keramahan Indonesia kepada masyarakat internasional.

Ia menambahkan, Danantara telah menuntaskan proses investasi proyek tersebut yang tercatat sebagai investasi asing terbesar bagi Kerajaan Arab Saudi di sektor real estate pada 2025. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pelayanan jemaah sekaligus memperluas kerja sama internasional.

Sementara itu, tokoh masyarakat Habib Syakur Ali Mahdi menilai pembangunan Kompleks Haji di Mekah merupakan kebijakan yang mulia dan tepat dalam memberikan kenyamanan bagi umat Muslim Indonesia yang menjalankan ibadah haji dan umrah. "Ini sebagai upaya kebijakan Presiden Prabowo melalui Danantara yang sungguh mulia dan tepat untuk memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi umat Muslim yang akan beribadah," katanya.

Ia menilai keberadaan kompleks tersebut berpotensi menurunkan biaya perjalanan haji dan umrah, sekaligus memudahkan jemaah dalam melaksanakan manasik sesuai tuntunan syariat. Menurutnya, pelayanan kepada jemaah haji merupakan bentuk pengabdian yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

"Mengurus, melayani, dan membimbing jemaah haji merupakan khidmah yang sangat dianjurkan dan menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah," ujarnya.

Habib Syakur menambahkan, pembangunan kompleks haji juga menjadi wujud pelayanan pemerintah melalui Danantara dalam menjalankan amanat keagamaan dan sosial, terutama dalam membantu jemaah lanjut usia maupun yang membutuhkan pendampingan khusus. Ia menilai pelayanan jemaah merupakan bagian dari ibadah karena mempermudah umat dalam menjalankan rukun Islam.

Dengan adanya Kompleks Haji di Mekah, pemerintah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam pengelolaan pelayanan jemaah di tingkat global. Proyek tersebut juga dipandang sebagai langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah Indonesia.

Editor: Gokli

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan