Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Pemkab Natuna Gelontorkan Rp 16 Miliar Lebih untuk Penanggulangan Covid-19
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Rabu, 22 April 2020 16:04 WIB
BATAMTODAY.COM, Natuna - Pemerintah Kabupaten Natuna menggelontorkan dana segar sebanyak Rp 16 miliar lebih untuk untuk penanggulangan Covid-19 tahap pertama.
Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Rizal Rinaldi menyampaikan, dari keseluruhan anggaran Satgas Covid-19 Natuna tahap pertama, Dinas Kesehatan (Dinkes) mendapatkan Rp 4 miliar lebih, sedangkan untuk RSUD Natuna dikucurkan Rp 2 miliar lebih.
"Dana Covid-19 tahap I sebesar Rp 16.877.248.000, untuk Dinkes sebesar Rp 4.331.390.000 dan RSUD sebanyak Rp 2.554.020.000," jelas Rinaldi kepada BATAMTODAY.COM, Rabu (22/4/2020).
Rinaldi menambahkan, melalui dana Covid-19, Dinkes akan mengadakan alat perlengkapan untuk mendukung kinerja tim medis sedangkan untuk anggaran RSUD langsung dikelola tanpa melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna.
"Pengadaan APD Rp 3.263.575.000, obat Rp 319.700.000, alat semprot Rp 35.000.000, rujukan Rp 240.000.000, tempat cuci tangan Rp 30.000.000, alat kedokteran Rp 300.000.000 dan perjalanan dinas dalam daerah Rp 143.115.000 dengan total keseluruhan Rp 4.331.390.000," urainya.
Selanjutnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat mengatakan untuk proses pengadaan, pihaknya menunjuk pihak ketiga secara langsung tanpa ada lelang atau masuk ke Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kabupaten Natuna.
Ditegaskan, saat ini, barang yang baru datang berupa thermo gun infrared (alat tes pengukur suhu tubuh), sedangkan untuk yang lainya masih proses pengiriman ke Natuna. "Baru alat Thermo gun yang datang, dan alat itu khusus untuk tim medis, sedangkan APD dan masker masih proses pengiriman ke Natuna," ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Natuna.
Tambah Hikmat, saat ini baru sekitar 50% yang telah dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan Dinkes dalam penanganan Covid-19 di Natuna.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
