Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Ramai Tren Susu Mentah, Benarkah Lebih Sehat?
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 24 November 2025 13:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Belakangan ini linimasa X dibuat heboh setelah akun @katzen_jammer mengunggah pernyataan bahwa ia dan keluarganya rutin mengonsumsi susu mentah langsung dari peternak. Ia menyebut langkah itu sebagai upaya menerapkan "real food" yang dianggap lebih sehat, sambil menyindir orang tua yang memberi anaknya susu formula. Unggahan tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet.
"Raw and unpasteurized milk, langsung dari peternak. Saya hanya memberi real foods untuk keluarga saya. No ultra processed foods," tulisnya.
Namun, anggapan bahwa susu mentah lebih sehat karena tidak melalui proses apa pun ternyata keliru. Susu segar yang baru diperah sangat rentan terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran ternak, hingga petugas pemerah. Tanpa pasteurisasi, berbagai patogen bisa tetap hidup dan masuk ke tubuh, terutama pada anak-anak.
Samantha Avina, kandidat Ph.D dari Rutgers University, menjelaskan bahwa susu mentah merupakan media ideal bagi bakteri penyebab penyakit. Ia mengingatkan bahwa sebelum ditemukannya proses pasteurisasi, konsumsi susu mentah kerap memicu wabah besar.
"Secara historis, konsumsi susu sering dikaitkan dengan wabah penyakit serius akibat kontaminasi mikroba, dan kondisi ini baru mulai berubah pada tahun 1860-an," jelasnya melalui keterangan tertulis, Senin (24/11/2025).
Menurut Avina, penelitian telah mendokumentasikan banyak patogen berbahaya dalam susu mentah, mulai dari Campylobacter, Listeria, Mycobacterium bovis, Brucella, hingga Salmonella. Penyakit seperti listeriosis, brucellosis, hingga tuberculosis lebih berisiko menyerang balita, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Dengan risiko tersebut, orang tua diminta lebih bijak dalam memilih jenis susu untuk anak. Pada masa tumbuh kembang, anak membutuhkan susu yang sesuai usia dan kondisi kesehatannya.
Untuk bayi di bawah satu tahun, ASI tetap menjadi sumber nutrisi terbaik. Setelah usia satu tahun, orang tua dapat memilih berbagai jenis susu yang aman dan sesuai kebutuhan gizi, termasuk susu pertumbuhan.
Selain itu, penting memastikan produk yang dibeli memang susu. Orang tua diingatkan tidak memberikan kental manis sebagai minuman balita karena produk ini bukan susu. Kandungan gulanya yang tinggi justru meningkatkan risiko gizi buruk, kerusakan gigi, hingga gangguan kesehatan jangka panjang.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
