Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Ratusan Siswa SDN 009 Meral Menanti Kejelasan Program MBG, Dihentikan atau Masih Berlanjut?

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Rabu, 14 Januari 2026 10:28 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Karimun - Ratusan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Meral, Kabupaten Karimun, tercatat sudah sekitar satu bulan tidak lagi menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintah pusat itu sebelumnya dipasok oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Raya, Kecamatan Meral.

Terhentinya penyaluran MBG tersebut terjadi sejak pertengahan Desember 2025. Dapur SPPG Sungai Raya yang berlokasi di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Meral, menghentikan operasionalnya sehingga distribusi makanan bergizi ke SDN 009 Meral ikut terhenti.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, penghentian program kali ini bukan disebabkan dugaan keracunan makanan seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Kali ini, operasional SPPG Sungai Raya dihentikan karena adanya proses peralihan yayasan pengelola.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Karimun, Anas Fitrawanda, membenarkan bahwa SPPG Sungai Raya sudah cukup lama tidak melaksanakan program MBG. Menurutnya, hal tersebut disebabkan proses pergantian yayasan yang hingga kini belum rampung.

"SPPG Sungai Raya ini sedang dalam proses pergantian yayasan baru. Jadi, kita masih menunggu proses peralihan tersebut," ujar Anas Fitrawanda saat dikonfirmasi BATAMTODAY, Kamis (8/1/2026).

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari Koordinator Wilayah SPPG terkait terhentinya operasional SPPG Sungai Raya. "Permasalahan SPPG Sungai Raya ini akan kami sampaikan dalam rapat Satgas MBG Kabupaten Karimun yang rencananya dilaksanakan dalam waktu dekat," kata Sukrianto Jaya Putra, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Satgas MBG juga akan melakukan penandatanganan ulang Memorandum of Understanding (MoU) dengan pengelola SPPG. Kegiatan tersebut akan disertai sosialisasi petunjuk teknis (juknis) terbaru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Di sisi lain, sejumlah orang tua siswa SDN 009 Meral mengaku kecewa karena anak-anak mereka sudah lama tidak mendapatkan makanan bergizi dari program MBG. Mereka menyebut, selama sekitar satu bulan terakhir, program tersebut tidak lagi dinikmati para siswa, sementara di sekolah lain MBG masih berjalan.

"Kalau sebelumnya memang sempat dihentikan sementara karena dugaan keracunan, lalu berjalan kembali setelah beberapa minggu. Namun, itu pun hanya beberapa hari, kemudian terhenti lagi sampai sekarang," ujar salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Para orang tua menilai, jika penghentian program disebabkan faktor internal seperti pergantian yayasan, seharusnya dapat segera dicarikan solusi agar tidak berlarut-larut. Mereka berharap ada alternatif pasokan sehingga hak anak-anak untuk memperoleh asupan gizi dari program MBG tetap terpenuhi.

"Kalau alasannya masalah internal, seharusnya tidak memakan waktu lama. Harus ada solusi agar hak anak-anak sekolah tidak terabaikan," tutupnya.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan