Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Realisasi Minim, Baru 19 UMKM Penerima Manfaat Program Kredit Tanpa Bunga Pemko Batam

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 6 Januari 2026 17:48 WIB
Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim. (Dok BTD)
Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim. (Dok BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Program kredit pinjaman tanpa bunga yang digulirkan Pemerintah Kota Batam bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga kini belum berjalan sesuai harapan. Dari target 1.500 pelaku UMKM, realisasinya baru 19 pelaku usaha yang lolos verifikasi dan menerima manfaat program tersebut.

Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, mengungkapkan anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp3 miliar, namun pemanfaatannya masih sangat rendah.

"Dari target 1.500 pelaku UMKM, yang terealisasi baru 19 orang. Padahal anggaran yang sudah kita siapkan sebesar Rp 3 miliar," ujar Salim saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Salim menyebutkan, rendahnya realisasi penyaluran kredit tanpa bunga tersebut menyebabkan salah satu program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra, belum menyentuh langsung masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

Salim menjelaskan, pada tahun 2025 lalu Pemerintah Kota Batam telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bank BTN Cabang Batam untuk mendukung penyaluran kredit tanpa bunga kepada UMKM.

Namun, berdasarkan evaluasi realisasi sepanjang 2025, pihaknya telah menyurati Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Memang harus ada evaluasi. Kami juga berharap anggaran Rp 3 miliar itu bisa terserap maksimal. Kalau hanya 19 orang, manfaatnya tentu belum dirasakan secara luas," katanya.

Dalam program ini, Pemko Batam memberikan pinjaman sebesar Rp 20 juta kepada masing-masing pelaku UMKM tanpa dikenakan bunga. Salim menambahkan, Pemko Batam juga membuka peluang bagi pihak lain untuk terlibat dalam mendukung program kredit tanpa bunga tersebut.

"Pihak mana saja yang mampu dan sanggup menyalurkan kredit tanpa bunga secara maksimal, tentu akan kami prioritaskan," ujarnya.

Lebih lanjut, Salim membeberkan sejumlah kendala utama yang menyebabkan penyaluran kredit tidak berjalan optimal. Salah satunya adalah persyaratan SLIK OJK atau yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking. Selain itu, persoalan kepemilikan aset juga menjadi hambatan bagi pelaku UMKM.

Tak hanya itu, syarat jarak lokasi usaha dengan kantor Bank BTN juga menjadi kendala. BTN hanya melayani pinjaman dengan jarak maksimal sekitar 10 kilometer dari kantor bank.

"Pelaku UMKM di wilayah seperti Sekupang dan daerah lain yang jaraknya lebih dari itu tidak bisa memanfaatkan program ini," tutup Salim.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan