Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

RI-Belanda Perkuat Kerja Sama Maritim, Forum Bilateral ke-6 Bahas Green Shipping hingga Keamanan Laut

Oleh: Admin • Dibaca: 2 kali

Sabtu, 14 Februari 2026 14:28 WIB
Pertemuan ke-6 Forum Maritim Bilateral Indonesia-Belanda yang digelar di Den Haag pada 10-12 Februari 2026. (Kemlu)
Pertemuan ke-6 Forum Maritim Bilateral Indonesia-Belanda yang digelar di Den Haag pada 10-12 Februari 2026. (Kemlu)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, memimpin pertemuan ke-6 Forum Maritim Bilateral Indonesia-Belanda yang digelar di Den Haag pada 10-12 Februari 2026.

Kegiatan ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Pelindo, Pertamina International Shipping, KADIN, asosiasi pelabuhan dan kapal, serta perwakilan sektor swasta.

Pertemuan berlangsung bersama Direktur Jenderal Penerbangan dan Maritim dari Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Perairan Belanda dan dinilai strategis di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor maritim. Selain forum utama, Wamenlu RI juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Perairan Belanda, Robert Tieman, guna membahas isu global serta penguatan kolaborasi maritim kedua negara.

Dalam forum tersebut, Arif Havas Oegroseno menegaskan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Belanda sebagai negara maritim. Ia menekankan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sangat bergantung pada sektor kelautan untuk mendukung konektivitas, keamanan, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Wamenlu juga menyampaikan bahwa rampungnya perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) membuka peluang baru bagi perluasan akses pasar Eropa, sekaligus memperkuat posisi Belanda sebagai gerbang maritim utama bagi ekspor Indonesia.

Forum maritim bilateral membahas sejumlah agenda strategis melalui tiga kelompok kerja paralel, yakni pengembangan pelabuhan berkelanjutan, green shipping, dan keamanan maritim. Isu yang dibahas mencakup dampak lingkungan pembangunan pelabuhan, kontribusi ekonomi sektor maritim terhadap masyarakat, perlindungan data untuk keamanan laut, penerapan teknologi hijau, serta pemanfaatan kredit karbon untuk mendukung target net zero emission.

"Kita harus melihat green shipping sebagai peluang, bukan beban. Diperlukan peningkatan daya tawar melalui mekanisme perdagangan karbon. Saat ini, industri pelabuhan kita sudah mampu mengurangi sekitar 31.000 ton CO2. Ini menjadi langkah strategis bagi pencapaian net zero emission Indonesia," ujar Arif Havas Oegroseno.

Pertemuan juga menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut, antara lain identifikasi proyek yang dapat ditingkatkan skalanya, penyusunan pilot project bersama, tawaran investasi di sektor perikanan, serta penjajakan skema pembiayaan pembangunan kapal. Forum ini diharapkan semakin memperkuat sinergi kedua negara dalam membangun sektor maritim yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan