Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Satelit Nusantara Lima Resmi Mengorbit, Pemerintah Tegaskan Komitmen Pemerataan Digital Indonesia
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 15 September 2025 10:08 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia mencetak sejarah baru dalam pembangunan teknologi ruang angkasa dengan suksesnya peluncuran Satelit Nusantara Lima (N5) pada Rabu (10/9/2025) dari Cape Canaveral, Amerika Serikat.
Menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX, satelit berkapasitas 160 Gbps ini siap memperkuat konektivitas digital di seluruh Nusantara, terutama kawasan timur Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan satelit ini dirancang khusus untuk kepentingan rakyat. "Satelit Nusantara Lima adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas. Internet cepat bukan hanya soal teknologi, tapi soal kesempatan yang sama. Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa berkonsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya," ujar Meutya, Kamis (11/9/2025), demikian dikutip laman Komdigi.
Meutya menambahkan, peluncuran N5 merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi. Menurutnya, transformasi digital merupakan program strategis agar seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati hasil pembangunan secara merata.
Dengan kapasitas terbesar di Asia Tenggara, Satelit N5 akan menempati slot orbit strategis 113 derajat Bujur Timur atau yang dikenal sebagai golden spot. Kehadirannya diproyeksikan mampu membuka akses lebih luas bagi pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital, pengembangan UMKM berbasis daring, hingga penyediaan hiburan dan informasi bagi masyarakat di pelosok.
Satelit N5 dimiliki oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), melalui kerja sama global dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital juga memastikan registrasi orbit sekaligus menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit ini.
Peluncuran N5 menjadi tonggak sejarah baru setelah Palapa A1 (1976), Nusantara Satu (2019), dan SATRIA-1 (2023). Dengan pencapaian ini, Indonesia menegaskan diri bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai pengelola teknologi satelit yang menghadirkan manfaat langsung bagi rakyat serta memperkokoh posisi bangsa sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
