Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Sejuta Mutiara dari Pojok Sejarah
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Sabtu, 11 Juni 2016 08:00 WIB
JANGAN risau, apalagi berkecil hati, jika dirimu terpinggirkan di pojok sejarah. Karena, bisa jadi saat itu seleksi alam sedang berproses. Meminggirkanmu terlebih dulu, lalu melambungkanmu hingga ke ujung mimpi. Apa buktinya? Iskandar Zulkarnaen Nasution, buktinya!
Siapa dia? Tak perlu banyak penjelasan, nama belakang mantan wartawan Harian Lantang Batam itu, sudah menjelaskan. Tapi dua gelar di belakang nama belakang itulah yang akan banyak "berbicara", SIP dan M. Phil. Berbicara tentang perjalanan seekor, ah sebut saja, seorang burung pheonix, burung yang hidup dalam mitologi Mesir kuno. Burung berbentuk elang, tapi berwarna merah menyala, seperti api.
Bukan bentuk pheonix itu yang menarik, tapi siklusnya. Berawal dari api, kemudian terkabar, lebur menjadi abu. Mati. Terpinggir. Tapi, kematian pheonix bukanlah akhir sebuah sejarah. Justru itu adalah awal dari segalanya. Karena dari abu itu, kemudian lahir pheonix baru, lebih gahar, lebih garang, lebih gagah, lebih menyala, lalu terbang membentangkan sayapnya membelah cakrawala.
Itulah pheonix, burung merah menyala dalam mitologi Mesir kuno. Dan burung itu adalah Iskandar Zulkarnaen Nasution, SIP. M. Phil. Perjalanan hidupnya yang sarat dengan tanjakan dan curam yang dalam, serta jutaan ikhtiar, mengantarkan pria yang saat ini sehari-hari berseragam Pemerintah Provinsi Kepri itu, meraih impian hidupnya. Menjadi imam dalam keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah.
Melenting ke belakang, sekitar 15-17 tahun yang lalu. Iskandar adalah no body, bukan siapa-siapa. Hanya seorang tukang ojek yang tak hanya rajin mengantar karyawan Kawasan Industri Batamindo Mukakuning Batam. Tapi, juga rajin mengantar lamaran kerja. Setidaknya, sudah 377 lamaran kerja telah disebarnya ke berbagai perusahaan. Termasuk, ke perusahaan milik pengusaha terkenal di Batam, Abidin Hasibuan.
"Aku kirim juga lamaran ke Satnusa, tapi tak pernah dipanggil," ujarnya kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (11/6/2016) malam, seusai tarawih.
Sambil menandatangani bukunya yang diluncurkan berjudul, "Terpinggir", Iskandar meneruskan kisah hidupnya. Untungnya, lanjut Ketua HMI Kepri itu, wajahku mirip bintang film Jepang.
"Akhirnya, ada perusahaan Jepang yang memanggilku dan menerimaku kerja. Rupanya, bukan ijazah sarjanaku yang membuka pintu perusahaan Jepang, tapi wajahku," kenangnya sambil tertawa. Ya, menertawakan masa lalu yang begitu manis dikenang saat ini.
Lalu, pheonix itu pun terbakar. Perusahaan asal negeri sakura itu gulung tikar. Iskandar menjadi abu. Lalu, siklus burung mitologi Mesir kuno itu pun terjadi. Terbakar, lebur, menjadi abu dan mati. Lalu, pheonix baru pun lahir. Dan perjalanan garis tangan hidup Iskandar mengantarkannya menjadi wartawan, profesi yang tak ikhlas dilepaskannya hingga hari ini. Sekali wartawan, seumur hidup jadi wartawan!
Dan wartawan harus terus menulis. Menulislah agar setelah kepergianmu, amal jariahmu terus mengalir tak putus-putus. Karena inspirasi itu tak pernah mati. Sejarah yang akan membuktikan!
Terbang tinggilah pheonix...
Editor: Dardani
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
