Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Selain Higenis dan Bergizi, Bupati Roby Minta Menu MBG Disesuaikan dengan Selera Siswa di Bintan
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Jumat, 9 Januari 2026 13:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Selain menekankan aspek gizi dan kehigienisan, Bupati Bintan, Roby Kurniawan, berharap menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat disesuaikan dengan kegemaran para penerima manfaat agar makanan yang disajikan benar-benar dikonsumsi dengan baik oleh para siswa.
Hal tersebut disampaikan Roby saat meninjau Dapur MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Teluk Sebong, Kamis (8/1/2026). Dapur MBG tersebut telah beroperasi sejak 8 Desember 2025 dan berlokasi di sekitar kawasan wisata Danau Bintan Enau, Desa Sri Bintan.
Dalam kunjungannya, Roby hadir bersamaan dengan aktivitas dapur yang tengah melakukan proses memasak hingga pengemasan makanan. Ia memastikan kesiapan dapur dalam memproduksi ribuan porsi MBG setiap hari sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
"Yang pertama kita ingin melihat sejauh mana dapur ini siap beroperasi dan memproduksi ribuan porsi makanan bergizi setiap hari. Ini bukan sekadar mengejar jumlah porsi, tetapi juga memastikan kehigienisan dan kandungan nilai gizi di setiap porsinya," ujar Roby usai peninjauan.
Dapur MBG Teluk Sebong mempekerjakan 37 warga lokal yang mulai bekerja sejak pukul 01.00 WIB untuk menyiapkan 2.091 porsi makanan bergizi. Porsi tersebut didistribusikan ke 7 KB, PAUD, dan TK, 8 SD atau sederajat, 4 SMP atau sederajat, serta 1 SMA. Pendistribusian dilakukan antara pukul 07.30 WIB hingga 08.30 WIB, menyesuaikan jam istirahat sekolah dan jarak tempuh.
Bupati Roby bersama Sekretaris Daerah Bintan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) meninjau seluruh fasilitas dapur, mulai dari ruang penyimpanan bahan pokok, area memasak, ruang pengemasan, hingga tempat pencucian. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah produksi agar sesuai standar dan tidak mencemari lingkungan.
Secara umum, Roby mengapresiasi pengelolaan dapur yang dinilainya telah berjalan dengan baik. Ia juga berdialog langsung dengan pengelola dan tenaga ahli gizi untuk memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai prosedur.
"Yang penting dipastikan, saat dapur ditutup semua sudah benar-benar higienis. Manajemen waktu pendistribusiannya juga harus tepat, mengingat jarak tempuh cukup jauh hingga Desa Pengudang dan Berakit, tetapi jangan sampai terburu-buru," katanya.
Terkait menu MBG, Roby menegaskan perlunya variasi menu yang tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga mampu meningkatkan selera makan siswa. Menurutnya, kesesuaian dengan kegemaran anak-anak akan membuat program ini lebih efektif.
"Hari ini ada ayam goreng bumbu, orek tempe, dan buah, itu sudah bagus. Tinggal divariasikan setiap hari supaya anak-anak tidak mudah bosan. Menu sayur dan buah juga harus beragam, tentu dengan indikator gizi yang tetap sesuai," ujar Roby.
Di Kecamatan Teluk Sebong, direncanakan akan berdiri dua dapur SPPG. Dapur yang saat ini beroperasi melayani distribusi MBG ke-20 sekolah di Desa Sri Bintan, Desa Pengudang, dan Desa Berakit. Sementara satu dapur lainnya tengah dalam tahap penyelesaian di wilayah Mekar Sari, yang nantinya melayani sekolah-sekolah di Kelurahan Kota Baru, Desa Ekang Anculai, Desa Sebong Lagoi, dan Desa Sebong Pereh.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
