Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Sistem Anti Spam Nasional Lindungi Puluhan Juta Warga per Hari, Potensi Kerugian Rp 8 Triliun Berhasil Dicegah
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Senin, 9 Februari 2026 10:48 WIB
BATAMTODAY.COM, Jakarta - Puluhan juta masyarakat Indonesia terlindungi dari spam dan penipuan digital setiap hari melalui penerapan sistem anti spam dan anti scam pada jaringan telekomunikasi nasional. Dalam enam bulan pelaksanaannya, sistem tersebut berhasil mencegah potensi kerugian finansial masyarakat hingga hampir Rp 8 triliun.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menegaskan bahwa perlindungan warga di ruang digital menjadi prioritas pemerintah seiring meningkatnya kejahatan siber berbasis panggilan telepon, pesan singkat, serta tautan berbahaya.
"Ruang digital yang terhubung dan terus tumbuh ini haruslah aman. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktivitas di dunia digital," ujarnya dalam acara Fighting Spam & Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Nezar menjelaskan, selama enam bulan implementasi, lebih dari 2 miliar panggilan, pesan, dan tautan berisiko berhasil dideteksi oleh sistem perlindungan tersebut. "Rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap hari dari potensi scam dan penipuan digital," katanya.
Ia menambahkan, partisipasi publik dalam menjaga keamanan digital juga terus meningkat. Hingga kini, lebih dari 2,5 juta pelanggan telah mengaktifkan fitur perlindungan serta aktif melaporkan indikasi spam dan penipuan.
"Ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara penyedia layanan dan masyarakat dalam memerangi kejahatan digital. Tujuan kita sama, memastikan ruang digital Indonesia tetap terhubung, menjadi ruang untuk tumbuh, dan senantiasa terjaga," ujarnya.
Berdasarkan perhitungan operator telekomunikasi, sistem tersebut berhasil mencegah potensi kerugian finansial pelanggan hingga sekitar 500 juta dolar AS atau setara hampir Rp8 triliun. Angka tersebut menegaskan bahwa penipuan digital telah menjadi ancaman serius bagi ekonomi rumah tangga.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan industri telekomunikasi agar sistem perlindungan ini semakin merata dan dapat menjadi standar nasional. "Kami membutuhkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dari sektor swasta untuk berkontribusi secara proaktif dalam menciptakan ekosistem yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas Nezar.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
