Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Warga Asal Kalimantan Reaktif Covid-19, Rombongan Kadis Pariwisata Natuna Harus Dikarantina

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Senin, 15 Juni 2020 09:24 WIB
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, Fadilah. (Foto: Istimewa)
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, Fadilah. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Natuna, Fadilah meminta tim gugus tugas Covid 19 Natuna menjalankan prosedur karantina terpadu bagi masyarakat yang telah melakukan pertemuan di Karang Aji Kecamatan Serasan Kabupaten Natuna.

Menurutnya karantina wajib dilakukan setelah delapan warga Kalimantan yang merupakan pengembang obyek wisata internasional Pulau Karang Aji, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepuluan Riau (Kepri), dipulangkan ke daerahnya, Sabtu (13/6/2020) lalu.

Mereka dipulangkan setelah diketahui salah satu di antaranya reaktif melalui rapid test (tes cepat) Covid-19 yang dilakukan di Puskemas Serasan.

"Kita minta agar dilakukan karantina terpadu kepada seluruh rombongan Dinas Pariwisata Natuna karena sudah kontak langsung dengan orang yang reaktif covid-19 di Serasan," ucap Fadilah kepada BATAMTODAY.COM, Minggu (14/6/2020).

Lanjutnya, kepada Satgas Covid-19 Kabupaten harus turun ke Selat Lampa dan cek langsung rombongan yang baru datang dari Serasan menggunakan kapal pompong.

"Seharusnya mereka di karantina terpadu selama 14 hari," ungkapnya.

Selain itu, Fadilah Akrab dipanggil Loh juga meminta Satgas Kecamatan Serasan dan Satgas Kabupaten Natuna harus melakukan komunikasi dengan pihak pengembang Karang Aji tentang hasil pemeriksaan lanjutan (PCR) terhadap pekerjanya yang reaktif.

"Apa hasilnya setelah di Swab harus diinformasikan kepada Satgas Kecamatan Serasan dan Satgas Kabupaten Natuna," papar Loh.

Berdasarkan data, ada 32 orang daftar keseluruhan rombongan yang ikut serta dalam pengembangan pulau karang Aji sebagai objek pariwisata standart Internasional di Kecamatan Serasan.

"Mereka semua seyogianya harus dikarantina terpadu," ucap Loh.

Editor: Yudha

Bagikan:

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan