Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017
Warga Teluk Sasah Bintan Minta Kejelasan Dampak Investasi Pengolahan BBM di Tanjung Kruing
Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali
Kamis, 15 Januari 2026 15:28 WIB
BATAMTODAY.COM, Bintan - Rencana masuknya investasi perusahaan yang dikabarkan akan beroperasi di kawasan Tanjung Kruing, Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kabupaten Bintan, masih menyisakan tanda tanya di kalangan warga setempat.
Meski rencana tersebut telah beredar sejak sekitar satu tahun lalu dan telah disosialisasikan oleh pengurus RT dan RW, masyarakat mengaku belum memperoleh informasi yang utuh dan jelas.
Hingga kini, warga menyebut belum ada keterlibatan langsung dari pihak perusahaan yang disebut-sebut bernama PT Majesty, maupun kehadiran instansi terkait untuk memberikan penjelasan resmi. Masyarakat berharap, sebelum perusahaan yang dikabarkan bergerak di bidang pengolahan bahan bakar minyak (BBM) tersebut mulai beroperasi, perlu dilakukan sosialisasi menyeluruh, terutama terkait potensi dampak jangka panjang.
"Warga Kampung Tanjung Talok dan sekitarnya memang sempat diminta mengisi formulir terkait aktivitas sehari-hari, khususnya nelayan. Namun, informasi pasti mengenai rencana kegiatan perusahaan hingga sekarang belum kami ketahui," ujar Wahyudi, tokoh pemuda setempat, Kamis (15/1/2026).
Ia menuturkan, kehadiran rencana investasi tersebut menimbulkan perasaan campur aduk di tengah masyarakat. Di satu sisi warga menyambut baik peluang investasi, namun di sisi lain muncul kekhawatiran terhadap dampak yang ditimbulkan dari aktivitas perusahaan.
"Warga tentu berharap investasi membawa manfaat. Namun yang menjadi kekhawatiran adalah dampak kegiatan perusahaan, terutama dalam jangka panjang," katanya.
Menurut Wahyudi, kawasan perairan Tanjung Kruing dan Tanjung Talok merupakan salah satu sumber utama mata pencaharian nelayan setempat. Oleh karena itu, warga cemas jika aktivitas pengolahan BBM nantinya menimbulkan limbah yang dapat mencemari laut dan mengganggu hasil tangkapan.
"Jika kegiatan mulai berjalan, dikhawatirkan akan muncul limbah yang membuat perairan menjadi kotor. Apabila masyarakat tidak diberikan pemahaman dan antisipasi sejak awal oleh perusahaan dan instansi terkait, tentu hal ini bisa mengancam mata pencaharian nelayan," paparnya.
Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan kepastian sejak dini terkait keberlangsungan hidup mereka dalam jangka panjang. Warga berharap investasi yang masuk tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
"Kami berharap ada dampak positif, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesempatan kerja bagi warga yang terdampak langsung," ujarnya.
Wahyudi juga mengingatkan agar masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton ketika perusahaan mulai beroperasi. "Jangan sampai perusahaan sudah berjalan, tetapi warga sekitar tidak merasakan manfaat apa pun. Kepedulian perusahaan terhadap masyarakat jangan hanya menjadi janji," tegasnya.
Selain itu, ia meminta pemerintah dan instansi terkait agar benar-benar melakukan kajian mendalam sebelum menerbitkan izin operasional. Menurutnya, penilaian tidak hanya berfokus pada masuknya investasi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak lingkungan dan masa depan masyarakat sekitar.
"Pemerintah harus memastikan bahwa izin diberikan berdasarkan kajian yang komprehensif, termasuk dampak lingkungan dan keberlanjutan hidup warga dalam jangka panjang," pungkasnya.
Editor: Gokli
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Berita tidak ditemukan
