Logo

Cari berita

Cari artikel terbit. Mulai mengetik minimal dua karakter.

Warga Teluk Sasah Keluhkan Dugaan Limbah B3 di Pesisir, DLH Bintan Diminta Transparan

Oleh: Admin • Dibaca: 0 kali

Selasa, 13 Januari 2026 15:48 WIB
Warga Desa Teluk Sasah, Wahyudi. (Foto: Harjo)
Warga Desa Teluk Sasah, Wahyudi. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Temuan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang diduga berupa bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di perairan dan pesisir Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, hingga kini masih menjadi perhatian warga. Limbah tersebut ditemukan sejak awal Januari 2026 dan dinilai belum ditangani secara jelas oleh instansi terkait.

Salah seorang warga Desa Teluk Sasah, Wahyudi, mengungkapkan bahwa limbah yang diduga solar tersebut mengeluarkan bau menyengat dan tidak sedap sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

"Saat ditemukan, limbah B3 yang diduga BBM jenis solar itu mengeluarkan bau menyengat. Sangat disayangkan sampai sekarang belum terlihat adanya tindak lanjut dari pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan," ujar Wahyudi di Tanjunguban, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, pihak DLH Bintan sempat menyampaikan rencana untuk turun ke lapangan guna melakukan pengecekan langsung atas temuan tersebut. Namun, hingga kini warga belum memperoleh informasi lanjutan terkait hasil maupun realisasi pengecekan tersebut.

"Kami tidak tahu apakah sudah dilakukan pengecekan ke lapangan atau belum. Tidak ada informasi lanjutan yang kami terima," ujarnya.

Menanggapi hal itu, tokoh masyarakat Bintan Utara, Hamdani Jebat, menilai seharusnya masyarakat memperoleh akses informasi yang terbuka dari instansi berwenang terkait penanganan limbah tersebut. "Yang terdampak langsung adalah warga di sekitar lokasi temuan limbah. Mereka berhak mengetahui perkembangan penanganan, bukan justru dibiarkan tanpa kejelasan," kata Hamdani.

Menurutnya, keberadaan limbah yang mengeluarkan bau menyengat berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kesehatan warga. "Masyarakat membutuhkan kepastian dan penjelasan mengenai dampak limbah tersebut bagi lingkungan dan kesehatan. Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, tentu peran dinas dan instansi terkait patut dipertanyakan," tegasnya.

Hamdani berharap pihak berwenang segera memberikan kejelasan agar masyarakat tidak terus dihantui rasa khawatir berkepanjangan. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada warga terdampak.

"Seharusnya masyarakat diberikan edukasi dan penjelasan yang memadai, bukan dibiarkan seolah-olah limbah itu akan hilang dengan sendirinya tanpa diketahui dampaknya. Ini tentu tidak adil bagi warga," tambahnya.

Editor: Gokli

Berita Lainnya

Belum ada berita lain untuk ditampilkan.

Berita Terbaru

Berita tidak ditemukan